Terombang Ambing 12 Jam di Laut, Bayi 14 Bulan Selamat

    Share

    Admin
    FB3 ADMIN
    FB3 ADMIN

    Male
    Jumlah posting : 403
    Age : 32
    Location : indonesia
    Job/hobbies : programmers
    Registration date : 2008-08-01

    hot tread Terombang Ambing 12 Jam di Laut, Bayi 14 Bulan Selamat

    Post by Admin on Tue Jan 13, 2009 9:35 am



    MOHAMMAD Arsirahman (Rahman) bayi berusia 14 bulan selamat setelah terombang-ambing selama 12 jam di perairan satu mil utara Nongsa akibat speed boat yang ditumpangi dari Malaysia ke Batam terhempas oleh ombak, Minggu (11/1) sekitar pukul 20.30. Bayi Suryani bernama Rahman itu lahir di Malaysia sehingga berhak menjadi warga negara jiran itu. Namun setelah kejadian ini, semua dokumen lenyap termasuk surat lahir dari Malaysia juga hilang.

    Rahman si bayi itu bersama 19 penumpang terombang-ambing di laut setelah speed boat yang mereka tumpangi mati mesin kemudian terhempas oleh ombak tinggi hingga terbalik.

    "Sekitar tiga puluh menit berlayar dari Sungai Rengit Malaysia tiba-tiba mesin speed boat 200 PK mati. Tatkala tekong mencoba menghidupkan mesin hingga tiga kali tak bisa juga. Tiba-tiba datang ombak besar menghempas speedboat hingga terbalik. Kami semua berpencar dan berenang 10 menit mendekati boat fiber itu untuk berpegangan," ujar Arli di Mako Lanal Tanjungsengkuang usai evakuasi.

    Saat speed boat terbalik Yatno tekong melompat memegang jeriken untuk menyelamatkan diri. Sedangkan penumpang lain terdiri dari 16 laki dan 4 perempuan terlempar tanpa pelampung apapun. Mereka berebut untuk menyelamatkan diri. Semua barang bawaan berupa tas, hape, uang dan sebagainya hanyut. Delapan belas penumpang selamat, dua hilang dan tekong atas nama Suyatno juga belum ditemukan.

    Mulai pukul 20.30 itu semua penumpang masih bisa berenang sambil berpegangan fiber boat posisi terbalik. Sekitar pukul 02.00 ada kapal tanker LPG Malaysia melintas dikira mau menolong ternyata malah melindasnya. "Padahal sudah melepas baju kami kibar-kibarkan agar mereka melihat. Mungkin mereka tak tahu karena malam gelap," ujar Damis penumpang selamat.

    Saat-saat menegangkan

    Arli Nafian ayah bayi hampir putus asa tatkala fiber dalam kondisi terbalik. Dia harus berenang mendekati boat tersebut sambil mencari Rahman bayinya yang lepas dari dekapan istrinya.

    Dalam situasi gelap dan ombak tinggi berkali-kali menerjang itu, Arli melihat bayinya tersembul ke atas kemudian mengejarnya dengan berenang sekuat tenaga. Agar berenang lebih ringan, jaketnya dilepas semua barang bawaan tak dihiraukan lagi. Bahkan dompet, hape dan uang terhanyut pun tak mampu memungutnya demi menyelamatkan bayinya.

    Begitu berhasil meraih lengan bayinya itu, tangan kanannya langsung membekap mulutnya agar tak terminum air laut. Sedangkan tangan kiri meraih fiber boat untuk pegangan. Sampai di situ perjuangan keluarga asal Rengat ini belum usai. Tiba-tiba kapal tanker LPG Malaysia berukuran besar menerjangnya sehingga semua tercerai berai.

    Dua kali Arli mengejar dan meraih bayinya . Karena gelap, suara tangis bayi itulah petunjuk untuk mengejar posisinya. "Alhamdulillah anakku bisa teraih lagi dan kupegang sebelah tangan sambil terus berenang mendekati fiber boat posisi terbalik. Memang licin hampir tak bisa dipegang, makanya kaki terus berenang sambil menunggu bantuan," katanya sambil menggendong si Rahman bayi itu.

    Bila datang ombak besar, tangan Arli mengangkat bayinya. "Kami pegang lengan dan mulutnya dengan satu tangan diangkat untuk menghindari terjangan ombak tinggi agar tak minum air laut," papar Arli nada se
    dih.

    Senin (12/1) sekitar pukul 06.30 nelayan pancung melihatnya kemudian melapor ke TNI AL. Dari pos pembantu Sei Jodoh, tentara membantu evakuasi dan membawa 18 penumpang tersebut ke Balai Kesehatan TNI AL di Tanjungsengkuang.

    Saat pertolongan datang dari boat pancung dan tentara pun, Arli kesulitan untuk membawa bayinya. Sedangkan ia lihat Suryani istrinya sudah selamat walaupun terminum air laut cukup banyak. Akhirnya Arli menenteng mulut bayi sambil berpegangan tali untuk bisa naik ke pancung nelayan.

    Pulang Karena Krisis

    Berdasar kisah dari para penumpang yang selamat itu, tarif bayaran angkutan dari Sungai Rengit ke Nongsa Batam bervariasi. Mulai dari empat ratus hingga enam ratus ringgit Malaysia. Sungai Rengit seperti pelabuhan tikus juga. Penarikan penumpang tidak dalam satu tempat melainkan bervariasi jauh dekatnya kemudian serempak berangkat dari Sungai Rengit malam hari.

    Di antara para korban itu ada yang luka di kaki, tangan, kepala dan sebagainya. Sedangkan Hawiyah (35) dan Miskiyah (25) sedang hamil empat bulan juga selamat. "Kami sudah pusing karena banyak minum air laut. Semua barang hilang termasuk uang dan dokumen penting hanyut," ujar nya sambil baring di dipan.

    Danlanal Kolonel Muh Faisal melalui Pasintel Mayor Putu menjelaskan, seorang tekong bernama Suyatno dan dua penumpang hilang masih dalam pencarian. "Kita berkoordinasi dengan SAR dan Polair untuk mencari korban yang hilang di dekat Pulau Putri perairan sekitar Nongsa," ujar Putu.

    Setiap penumpang membawa bekal sekitar seribu hingga dua ribu ringgit Malaysia dan beberapa ratus ribu rupiah. "Semua hilang Pak, uang, hape, tas dan bekal apapun lenyap. Yang penting nyawa selamat," ujar Damis terduduk lemas usai pengobatan.

    Para TKI ini sudah bekerja di Malaysia antara satu hingga dua tahun di berbagai bidang misalnya restoran, kelapa sawit, karet, perkebunan dan bangunan.

    Mereka berencana turun di Batam kemudian melanjutkan perjalanan laut ke berbagai tempat di Lombok, Madura, Medan dan Sukabumi. "Kami terpaksa pulang kampung karena di sana karet dan sawit sangat murah jadi sulit cari uang," ujar Suryani ibu bayi yang selamat bersama suaminya.

    Mayor Putu menjelaskan, semua penumpang usai diobati oleh Lettu dr Landosar di Balai Kesehatan TNI AL segera dilimpahkan ke Dinsos Batam. Sedangkan penumpang dan tekong yang hilang masih dalam pencarian. "Senin sekitar pukul 14.00 mereka sudah diserahkan ke Dinsos Batam untuk proses pemulangan," tambah Lettu Rudi yang turut menyelamatkan penumpang tersebut.

    Pihak Lanal menghimbau kepada semua pihak agar membatalkan pelayaran yang menggunakan pompong atau speed boat kecil karena ombak sangat tinggi. " Demi menghindari korban berjatuhan tambah banyak sebaiknya ditunda pelayaran karena ombak sangat tinggi hingga Februari nanti," pungkasnya.(WID)




    --.666
    Super Moderator
    Super Moderator

    Male
    Jumlah posting : 666
    Age : 98
    Location : GATE FREEDOM
    Job/hobbies : MARKETING / HIKING ,TRAVELING, CAMPING, JUMPING , MALING , SISKAMLING, MANCING , FUCKING & SINGING..
    Registration date : 2008-08-05

    hot tread Re: Terombang Ambing 12 Jam di Laut, Bayi 14 Bulan Selamat

    Post by --.666 on Tue Jan 13, 2009 5:20 pm

    wooo cerita yang sngat tragis dan memilukan
    sungguh nasib sangat menyedihkan
    gue aja kemarin waktu mo balik batam ke dumai aja udah kalang kabut saat tertahan di tengah laut selama 12 jam...
    wah apalagi ini .. wah...
    saya ndak bisa membayangkan ... betapa ngerinya pengalaman demikian..
    semoga si anak kelak tidak mengalami trauma ...



    Hidup adalah Anugrah


      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 3:28 pm