Peralatan Praktik SMK di Bawah Standar Nasional

    Share

    Admin
    FB3 ADMIN
    FB3 ADMIN

    Male
    Jumlah posting : 403
    Age : 32
    Location : indonesia
    Job/hobbies : programmers
    Registration date : 2008-08-01

    hot tread Peralatan Praktik SMK di Bawah Standar Nasional

    Post by Admin on Wed Jan 14, 2009 10:24 pm

    JAKARTA, RABU Di tengah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan jumlah SMK, persoalan mutu pendidikan di jenjang SMK masih menghadapi masalah. Pasalnya, pendidikan yang berfokus untuk menyiapkan tenaga kerja terampil di tingkat menengah ini justru menghadapi kendala dalam penyediaan peralatan praktik kerja. Sekitar 55 persen peralatan praktik di SMK kondisinya berada di bawah standar sarana nasional.

    Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, di Jakarta, Rabu (14/1), mengatakan, pengadaan peralatan praktik SMK cukup mahal karena selama ini mengandalkan dari pembelian di luar negeri. Momen merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan dijadikan introspeksi untuk bisa menyediakan peralatan atau perakitan alat-alat praktik di dalam negeri.

    Untuk SMK dengan program keahlian seperti teknik, otomotif, mesin, atau penerbangan, memang masih susah untuk memenuhi peralatan praktik sesuai standar nasional. "Dalam 2-3 tahun ke depan, untuk program keahlian tersebut baru ditargetkan bisa memenuhi standar minimal," kata Joko.

    Menurut Joko, untuk SMK dengan program keahlian bisnis dan manajemen atau teknologi informasi, peralatan praktik di sekolah sudah banyak yang memenuhi standar nasional. "Untuk SMK yang masih terbatas peralatan praktiknya, ya harus didukung oleh perusahaan-perusahaan. Cara lain yang sedang dikembangkan yakni merakit sendiri supaya biaya pengadaan atau pembelian bisa ditekan," jelas Joko.

    Berdasarkan data Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas, ada 19.320 program keahlian. Program keahlian yang sangat variatif ini dikelompokkan dalam 13 rumpun.

    Mulai dari yang paling banyak sekolah dan peminatnya adalah bisnis dan manajemen; teknik mesin, tekstil, dan industri; teknik mekanik otomotif; pariwisata, tata busana, tata kecantikan, tata boga, dan pekerja sosial; kelautan, pelayaran, dan budi daya ikan; teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi; bangunan; listrik; pertanian dan peternakan; seni, kriya atau kerajinan tangan, grafika; elektronika; kesehatan; dan geologi pertambangan.

    Dari riset yang didukung Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas dengan penanggung jawab Harry Suliswanto, ditemukan bahwa SMK memang memiliki peralatan, laboratorium, atau bengkel sebagai tempat praktik siswa. Namun, peralatan yang dimiliki belum memadai dari segi kuantitas jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan kualitasnya. Selain itu, pihak sekolah juga belum mengetahui standar peralatan yang harus dimiliki supaya tidak ketinggalan dengan yang dimiliki dunia usaha.




      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 7:22 am