lestarikan wisata indonesia

    Share

    -RD-
    FB3 Staff
    FB3 Staff

    Female
    Jumlah posting : 959
    Age : 29
    Location : Batam~jogyakarta
    Job/hobbies : shopyng =))
    Registration date : 2008-11-09

    new lestarikan wisata indonesia

    Post by -RD- on Sat Jan 17, 2009 7:01 pm

    SEJARAH ISTANA MAIMUN MEDAN

    1.Sejarah Berdiri

    Istana Maimun, terkadang disebut juga Istana Putri Hijau, merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Istana ini didominasi warna kuning, warna kebesaran kerajaan Melayu. Pembangunan istana selesai pada 25 Agustus 1888 M, di masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.
    Sejak tahun 1946, Istana ini dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli. Dalam waktu-waktu tertentu, di istana ini sering diadakan pertunjukan musik tradisional Melayu. Biasanya, pertunjukan-pertunjukan tersebut dihelat dalam rangka memeriahkan pesta perkawinan dan kegiatan sukacita lainnya. Selain itu, dua kali dalam setahun, Sultan Deli biasanya mengadakan acara silaturahmi antar keluarga besar istana. Pada setiap malam Jumat, para keluarga sultan mengadakan acara rawatib adat (semacam wiridan keluarga).
    Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.
    Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.
    Setiap hari, Istana ini terbuka untuk umum, kecuali bila ada penyelenggaraan upacara khusus.

    2. Lokasi
    Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

    3. Luas
    Luas istana lebih kurang 2.772 m, dengan halaman yang luasnya mencapai 4 hektar. Panjang dari depan kebelakang mencapai 75,50 m. dan tinggi bangunan mencapai 14,14 m. Bangunan istana bertingkat dua, ditopang oleh tiang kayu dan batu
    Setiap sore, biasanya banyak anak-anak yang bermain di halaman istana yang luas.

    4. Arsitektur
    Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi. Tapi, terdapat beberapa pintu yang menunjukkan pengaruh Spanyol. Pengaruh Islam tampak pada keberadaaan lengkungan (arcade) pada atap. Tinggi lengkungan tersebut berkisar antara 5 sampai 8 meter. Bentuk lengkungan ini amat populer di kawasan Timur Tengah, India dan Turki.
    Bangunan istana terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: bangunan induk, sayap kanan dan sayap kiri. Bangunan induk disebut juga Balairung dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.Di bangunan ini juga terdapat sebuah lampu kristal besar bergaya Eropa.
    Di dalam istana terdapat 30 ruangan, dengan desain interior yang unik, perpaduan seni dari berbagai negeri. Dari luar, istana yang menghadap ke timur ini tampak seperti istana raja-raja Moghul.

    5. Perencana
    Ada beberapa pendapat mengenai siapa sesungguhnya perancang istana ini. Beberapa sumber menyebutkan perancangnya seorang arsitek berkebangsaan Italia, namun tidak diketahui namanya secara pasti. Sumber lain, yaitu pemandu wisata yang bertugas di istana ini, mengungkapkan bahwa arsiteknya adalah seorang Kapitan Belanda bernama T. H. Van Erp.

    6. Renovasi
    Istana ini terkesan kurang terawat, boleh jadi, hal ini disebabkan minimnya biaya yang dimiliki oleh keluarga sultan. Selama ini, biaya perawatan amat tergantung pada sumbangan pengunjung yang datang. Agar tampak lebih indah, sudah seharusnya dilakukan renovasi, tentu saja dengan bantuan segala pihak yang
    concern dengan nasib cagar budaya bangsa



    2. Mesjid Raya Medan


    Mesjid Raya Medan yang berdiri angkuh tak jauh dari Istana Maimun adalah bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih berfungsi seperti semula, yaitu melayani umat muslim di Medan yang ingin beribadah.
    Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam mesjid ini, semakin menunjukkan tingginya nilai seni mesjid ini.


    3. Mesjid Istiqlal

    Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F. Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

    Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur'an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!

    4. Gereja Katedral


    Gereja Katedral yang berada tak jauh dari Mesjid Istiqlal adalah bangunan berdesain unik yang selalu menjadi perhatian wisatawan. Usia bangunan bergaya neo gothic ini memang sudah lebih dari seabad. Tidak heran bila bangunan ini ditetapkan sebagai
    salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi kelestariannya.
    Walaupun begitu, Gereja Katedral yang resmi digunakan pada tahun 1901 ini, masih berdiri kokoh dan elegan di tengah "berisiknya" Jakarta. Keunikan dari gereja hasil rancangan seorang pastornya yang bernama, Antonius Dijkmans ini, terlihat pada dua menara yang mengapit pintu masuk. Di atas menara tersebut ada dua menara kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi. Demikian juga dengan menara ketiga. Pada puncak setiap menara terdapat lonceng kuno yang dibuat sekitar tahun 1800 sampai awal 1900-an

    5. Gedung Sate


    Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.
    Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924. Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang "berani beda" dan tak populer di zamannya.
    Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.
    Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.

    6. Lawang Sewu


    Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah "seribu pintu" ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.
    Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.
    Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, jepang

    7. Mesjid Agung Palembang



    Palembang tak hanya terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini juga dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan seperti terlihat di Mesjid Agung Palembang.
    Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun ketika Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini dipercaya sebagai salah satu rumah ibadah terbesar yang pernah ada.
    Meski digarap oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut muncul pada wajah mesjid ini. Hal itu ditandai oleh bentukan limas dan hiasan ornamen khas Cina pada sejumlah atapnya. Paduan dua budaya ini menjadi ciri khas Mesjid Agung Palembang dan membuat banyak pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi budaya yang bisa tetap berdampingan dan saling mengisi.

    8. Taman Sari


    Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.

    Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.


    9. Tongkonan


    Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.
    Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.
    Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak "hiasan" ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.

    10. Jembatan Mahakam


    Bicara soal arsitektur tak terbatas hanya pada bangunan, rumah atau gedung. Nah, untuk kategori ini, Jembatan Mahakam 2 atau yang juga dikenal dengan Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur, menjadi salah satu pilihan TAMASYA.
    Melintang di atas Sungai Mahakam di tepian Kota Tenggarong, jembatan ini adalah yang ke dua setelah Jembatan Mahakam I yang berada di tengah Kota Samarinda. Namun demikian, Jembatan Mahakam 2 mempunyai desain yang menarik dibanding "saudara tuanya" atau jembatan lainnya di Nusantara. Jembatan ini tergolong suspension cable bridge dan berdesain nyaris sama dengan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat.
    Wajar saja bila jembatan yang membentang sejauh sekitar 710 meter ini tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Menjelang senja, lampu-lampu yang terpasang pada tiang dan kebel-kabelnya akan menyala dan menyajikan sebuah panorama yang indah.


    Registration date : 1970-01-01

    new Re: lestarikan wisata indonesia

    Post by  on Sat Jan 17, 2009 7:12 pm

    Taman Impian Jaya Ancol




    Inilah taman rekreasi yang paling ramai dan paling akrab dengan penduduk kota Jakarta dan

    kota kota lain disekitarnya.Taman ditepi laut pantai Jakarta ini sering disebut Ancol saja.Berbagai macam

    bentuk hiburan baik untuk anak maupun orang tua terdapat dalam 522 hektar ini.Taman ancol termasuk taman

    rekreasi terlengkap di Asia.Tak jauh dari pintu masuk terdapat banyak pilihan diantaranya : Dufan, yang berisi

    berbagai jenis sarana permainan ; Gelanggang Samudera merupakan suasana alam terbuka, sekaligus

    melihat-lihat tingkah laku binatang-binatang, baik binatang air, burung atau binatang hutan lainnya yang

    dinikmati di arena dan hutan buatan;Gelanggang Renang;Pantai; Pasar Seni, Tempat Pemancingan dan masih

    banyak lagi.

    re3sno2_h3boh
    FB3 Staff
    FB3 Staff

    Female
    Jumlah posting : 606
    Age : 30
    Location : padang
    Job/hobbies : chat....nonton....jalan
    Registration date : 2008-08-10

    new Re: lestarikan wisata indonesia

    Post by re3sno2_h3boh on Sat Jan 17, 2009 7:56 pm

    1. BATU MALIN KUNDANG

    Coba perhatikan gambar ini lebih teliti, bisa ga kalian nemu bongkahan batu bak seorang manusia yang sedang bersimpuh… konon sih dari situlah muncul legenda si malin kundang, seorang anak durhaka yang dikutuk ibunya jadi batu.


    Malin, yang menurut ringkasan cerita, digambarkan sebagai anak cerdas tapi nakal (mangkanya dia punya luka di tangan akibat pernah jatuh tersandung batu), memutuskan untuk merantau setelah melihat sang ibu yang bersusah payah mencari nafkah.

    Dengan menumpang kapal saudagar, malin pergi dengan harapan pulang menjadi orang kaya raya. namun ditengah perjalanan, kapal yang ia naiki diserang bajak laut, semua dirampas dan sebagian besar awak mati terbunuh. malin yang berhasil sembunyi akhirnya selamat, dan dengan kapal yang terkatung2 berhasil sampai ke sebuah pantai. di tempat itulah kemudian Malin bekerja dan menjadi kaya raya serta menikah pula.

    Berita berjayanya Malin terdengar hingga ke telinga ibunya. namun tak di sangka, ketika Malin kembali ke kampung halaman, sambutan sang Ibu malah ditanggapinya dengan penuh amarah. bekas luka di tangan Malin membuat sang ibu yakin bahwa itu anaknya.

    Sikap tidak sopan Malin yang malu mengakui ibunya sendiri akhirnya membuat sang ibu tidak kalah marah. sebagai anak durhaka, Malin disumpah menjadi batu. maka tak lama, dalam perjalanan kembali, kapal dihantam badai. tubuh Malin pun menjadi kaku dan membatu.



    2. DANAU MANINJAU


    Danau Maninjau terletak kabupaten Agam atau 140 km utara Padang atau 38 km barat Bukittinggi, danau yang muncul akibat letusan Gunung Merapi ini memiliki kedalaman mencapai 495 meter dan terletak di ketinggian 461.5 meter dpl. Luas danau yang mencapai 99.5 km persegi telah mencatat danau ini sebagai danau terluas ke-11 di Indonesia.
    Orang2 Minang mempercayai legenda di balik terbentuknya danau, yaitu “Bujang Sembilan”. Konon menurut sebuah sumber, salah satu dari 9 bujang tsb menceburkan diri ke dalam kawah dan meninggal. kemudian kawah ini membesar dan menjadi danau. Sumber yang sama juga menyebutkan, banyak tokoh yang terlahir di desa Maninjau antara lain Buya Hamka dan Rangkayo Rasuna Said (1910-1965). Mendengar namanya , kita pasti inget nama jalan di kuningan. Ternyata, kedua nama tersebut memang mengarah kepada orang yang sama. HR sendiri sebenarnya kepanjangan dari Hajjah Rangkayo seorang bundo kanduang orang minang.

    [color=red]3. NGARAI SIANOK (BUKITTINGGI)



    lembah curam di kota bukittinggi yang memanjang sekitar 15 km dari selatan ngarai Koto Gadang menuju Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh ini bernama Ngarai Sianok. Dengan kedalaman jurang mencapai 100 m dan lebar 200 m, patahan dinding curamnya dialiri oleh sungai sianok. konon di jaman Belanda, jurang ini bernama kerbau sanget akibat banyaknya kerbau liar di dasar ngarai.
    Namun sangat disayangkan, terjadinya gempa 5.8 SR yang menimpa sumatera barat tanggal 6 Maret 2007 lalu telah melongsorkan 2/3 ngarai. Seperti yang dikemukakan Media Indonesia, longsor di 5 titik tersebut tsb menimbulkan hujan debu di kawasan Sianok. Tanah longsoran menimbun arus Sungai Sianok sehingga air naik dan menggenangi daratan. Tempo menambahkan, gempa tersebut diakibatkan oleh bergesernya Patahan Semangko (yang melintang disepanjang Sumatera dari Lampung hingga Aceh) sebagai dampak dari tumbukan Lempeng Samudra Hindia yang menggeser bagian barat Sumatera ke utara dan bagian timurnya ke selatan.

    -RD-
    FB3 Staff
    FB3 Staff

    Female
    Jumlah posting : 959
    Age : 29
    Location : Batam~jogyakarta
    Job/hobbies : shopyng =))
    Registration date : 2008-11-09

    new Re: lestarikan wisata indonesia

    Post by -RD- on Sat Jan 17, 2009 8:05 pm

    wisata kelahiranku BATAM


    Menikmati Liburan Di Pantai Hasanah Melayu Batam



    Jembatan Barelang
    Jembatan Barelang adalah rangkaian 6 buah jembatan yang menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang(disingkat Barelang). Namun yang paling megah adalah Jembatan 1 yang bernama Jembatan Raja Ali Haji



    Dan sebagai kota Pulau, wisata pantai tentunya tetap menjadi daya tarik utama.

    Turi Beach Resort





    Pantai Tanjung Pinggir



    Dari pantai ini, Singapura terlihat sangaaaat dekat. Hanya ”sepelemparan batu”. Terletak di daerah Sekupang



    Pantai Melur
    Pantai ini terletak di Pulau Galang. Terkenal karena pasir putih dan laut lepasnya



    Mesjid Raya Batam
    Merupakan Mesjid terbesar di Batam. Terletak bersebelahan dengan Kantor Walikota Batam dan alun-alun kota Batam.



    Pantai Nongsa




    Patung Dewi Kwan Im
    Patung setinggi 23 meter ini terletak di salah satu resort di kawasan tanjung pinggir.




    Bukit Senyum
    Dari atas bukit ini anda bisa melihat sebagian besar Batam. Bahkan Singapura pun kelihatan.



    :lol: ke BATAM nyookkkkkkk

    Sponsored content

    new Re: lestarikan wisata indonesia

    Post by Sponsored content Today at 11:17 pm


      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 11:17 pm