Polisi Dianggap Langgar HAM Jebloskan Bocah ke Rutan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Polisi Dianggap Langgar HAM Jebloskan Bocah ke Rutan

    Post by  on Thu Jan 22, 2009 6:07 pm

    BALIKPAPAN, KAMIS Dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Muhammad Muhdar tidak setuju tindakan kepolisian yang memproses kasus tersangka pencurian sepeda dengan melibatkan Stevanus Rotty, bocah berusia sembilan tahun.

    Karena tersangka usianya di bawah umur, maka menurut Muhdar, tersangka belum tentu mengerti atau memahami tindakan yang dilakukannya. "Hukum di Indonesia memang tidak pernah seragam. Semuanya berbeda," katanya. Namun, katanya, perlakuan yang diterima tersangka sangat tidak mencerminkan fungsi hukum dan melanggar hak asasi manusia.

    Muhdar menjelaskan, orang menjalani masa tahanan itu karena tiga alasan. Alasan pertama, yaitu dikhawatirkan pelaku mengulangi perbuatannya, kedua dikhawatirkan pelaku menghilangkan barang bukti, dan terakhir dikhawatirkan melarikan diri. "Apakah ketiga alasan itu sudah dijawab oleh polisi," tanya Muhdar. Menurutnya, anak seusia tersebut sangat tidak mungkin berbuat seperti yang dikhawatirkan.

    "Seharusnya anak tersebut dikembalikan ke orangtuanya agar dibina menjadi baik, mana mungkin anak itu menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Saya yakin anak itu tidak bisa menyebutkan alamat rumahnya sendiri," kata Muhdar. Apabila dikembalikan ke orangtuanya masih kata Muhdar, tentu ada jaminan dari orangtuanya agar bisa membina si anak dengan baik.

    Muhdar malah mempertanyakan apakah proses penahanan itu bisa membuat si anak lebih baik di dalam rutan atau sel. Ia merasa yakin secara kejiwaan si anak akan memperoleh pendidikan tidak baik di dalam rutan atau penjara karena berkumpul dengan yang dewasa dengan pengalaman kriminal.

    Lagi-lagi Muhdar menyatakan tidak setuju dengan perlakuan yang diterima oleh Stevanus Rotty walaupun terbukti bersalah. Kalaupun masih diproses hukum tentu berbeda dengan persidangan orang dewasa. Hakim atau pengacara tidak menggenakan baju toga agar si anak tidak takut. "Putusannya hanya dua, yakni vonis bebas atau dipenjarakan di lembaga pemasyarakatan anak. Tetapi Balikpapan tidak punya LP anak kan,

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 7:27 pm