Pura Besakih Dikhawatirkan Kekurangan Air Bersih

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Pura Besakih Dikhawatirkan Kekurangan Air Bersih

    Post by  on Thu Jan 22, 2009 6:23 pm

    DENPASAR, KAMIS- Masyarakat Hindu yang akan merayakan upacara besar Panca Wali Krama di Pura Besakih, Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, khawatir akan terjadinya kekurangan air bersih di daerah tersebut. Sebab, pada hari-hari biasa saja air sering tidak ngocor dari saluran pipa PDAM yang terpasang di kompleks pura terbesar di Pulau Dewata itu.

    Jro Mangku Pande Made Tastra, pemuka agama yang kerap memimpin ritual di Pura Besakih, Kamis (22/1), menyebutkan, banyak warga yang khawatir dengan tidak tercukupinya air bersih saat upacara terbesar kedua bagi umat Hindu itu harus dirayakan di Pura Besakih.

    "Saat hari raya rutin setiap enam bulan atau "odalan" kecil saja, persediaaan air di kawasan lereng selatan Gunung Agung itu sudah sering kali tidak mencukupi. Apalagi nanti pada Panca Wali Krama yang merupakan hari raya terbesar kedua bagi umat Hindu setelah Eka Dasa Rudra. Dapat dipastikan bahwa ketersediaan air bersih akan jauh dari mencukupi," katanya.

    Eka Dasa Rudra merupakan hari raya terbesar yang jatuh setiap seratus tahun sekali, sementara Panca Wali Krama dirayakan setiap 10 tahun sekali. Panca Wali Krama mendatang jatuh pada bulan Maret dan April 2009, di mana umat Hindu dari berbagai daerah di Nusantara bahkan beberapa negara lain di dunia, akan berbondong-bondong hadir untuk melakukan ritual dan persembahyangan di Pura Besakih.

    Hari raya yang berlangsung selama hampir dua bulan itu akan menghabiskan puluhan ton aneka bunga, janur, buah-buahan hingga beberapa jenis daging serta penganan sebagai persembahan suci ke hadapan Yang Maha Kuasa.

    Terkait tibanya upacara yang cukup besar itulah, beberapa komponen masyarakat mengkhawatirkan kondisi air bersih yang tidak akan mencukupi kebutuhan bagi umat yang akan beribadah di pura yang bertengger di bagian lereng Agung (3.142 meter), gunung tertinggi di Pulau Dewata.

    Menanggapi kekhawatiran soal air bersih itu, Bupati Karangasem Wayan Geredeg mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mengotimalkan pengoperasian empat sumur bor yang selama memasok air ke kawasan Besakih.

    "Selain mengoptimalkan pengoperasian sumur bor yang ada, beberapa kekurangannya akan berusaha untuk dipasok dari luar melalui sarana angkut mobil tangki," katanya.

    Dengan demikian, kebutuhan air selama berlangsungnya upacara yang jatuh setiap 10 tahun sekali itu dapat tercukupi sebagaimana mestinya.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 7:46 am