Senat Setujui Hillary Clinton

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Senat Setujui Hillary Clinton

    Post by  on Thu Jan 22, 2009 6:34 pm

    WASHINGTON, RABU — Senat AS, dengan suara 94 berbanding 2, Rabu (21/1), menyetujui Hillary Rodham Clinton sebagai Menteri Luar Negeri. Kenyataan ini melicinkan jalan bagi mantan ibu negara itu untuk melancarkan sesuatu yang disebut diplomasi kemampuan cerdik.

    Partai Republik dan Demokrat memandang persetujuan pencalonan Hillary sebagai langkah yang perlu sehingga Presiden Barack Obama dapat melancarkan upaya diplomatiknya guna menangani berbagai masalah luar negeri yang mendesak, seperti konflik Palestina-Israel.

    "Pesan yang sekarang dikirim rakyat Amerika kepada kami ialah mereka ingin kami bekerja sama dan mulai bekerja," kata Senator Partai Republik dari Arizona John McCain, yang kalah dari Obama dalam pemilihan presiden pada 4 November lalu.

    Hillary dijadwalkan diambil sumpahnya pada upacara di Capitol Hill, Rabu, dan kemudian dijadwalkan melancarkan aksi yang disebut diplomasi kemampuan cerdik guna meningkatkan citra AS di dunia dan menciptakan lingkungan internasional yang baik bagi pemulihan ekonomi.

    "Pemerintah Obama harus menggunakan apa yang disebut kemampuan cerdik, rangkaian peranti penuh yang kita miliki—diplomasi, ekonomi, militer, politik, hukum dan budaya, dengan menggunakan alat yang tepat atau kombinasi alat bagi setiap situasi", kata Hillary dalam dengar pendapat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Selasa.

    "Dengan kemampuan cerdik, diplomasi akan berada di barisan depan kebijakan luar negeri kita," kata Hillary.

    Ia menambahkan, "Kemampuan cerdik memerlukan uluran tangan kepada teman dan musuh, guna mendorong persetujuan lama dan membina yang baru."

    Pernyataan Hillary mengenai kemampuan cerdik dipandang sebagai salah satu panduan paling penting bagi kebijakan luar negeri oleh pemerintah Obama, yang telah memutuskan untuk memanfaatkan perangkat lama yang dapat dimanfaatkannya, termasuk diplomasi, guna memulihkan ekonomi.

    Salah satu masalah utama kebijakan luar negeri yang dihadapi Hillary ialah konflik Palestina-Israel.

    Pada hari kerja pertamanya sebagai Presiden, Obama, Rabu, menghubungi Presiden Mesir Hosni Mubarak, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Raja Yordania Abdullah, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk memperlihatkan keputusannya guna mendorong proses perdamaian di wilayah tersebut.

    Presiden berikrar akan "secara aktif terlibat dalam upaya mewujudkan perdamaian Arab-Israel mulai awal masa jabatan, dan menyampaikan harapannya bagi kepemimpinan dan kerja sama mereka yang berlanjut," kata Robert Gibbs, juru bicara Obama, dalam satu pernyaaan.

    Presiden AS itu juga menawarkan mantan utusan perdamaian Irlandia Utara, George Mitchell, suatu posisi sebagai utusannya dalam masalah Timur Tengah, demikian laporan yang beredar di Washington.

    Ditambahkannya, utusan tersebut akan segera dikirim ke wilayah itu guna mengonsolidasikan gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina.

    Pada Ahad, Israel dan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan gencatan senjata setelah 22 hari pertempuran di Jalur Gaza, tempat sumber medis Palestina mengatakan lebih dari 1.300 orang dibunuh tentara Israel.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 4:49 am