Indonesia Mulai Belajar soal Minyak pada Rusia

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Indonesia Mulai Belajar soal Minyak pada Rusia

    Post by  on Thu Jan 22, 2009 8:30 pm

    JAKARTA, SELASA Keunggulan Rusia sebagai salah satu negara Eropa Timur yang menguasai teknologi mulai dilirik Pemerintah Indonesia. Upaya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di beberapa bidang, seperti teknologi perkapalan dan perminyakan, juga sudah disiapkan.

    Demikian dikatakan Wakil Dubes RI untuk Rusia A Agus Sriyono dalam konferensi pers di Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta, Selasa (20/1).

    "Produk-produk teknologi perkapalan dan dirgantara Rusia itu sudah teruji daya tahannya, kita ingin dapat bertukar ilmu, tak hanya memanfaatkan dengan membeli produknya saja," tutur Agus.

    Dikatakannya, beberapa bidang yang menjadi keunggulan Rusia antara lain teknologi perminyakan. Di Rusia telah diterapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mencairkan sumur-sumur minyak yang sudah berkerak sehingga menghambat produktivitas.

    "Teknologi ini sangat tepat guna diterapkan di sini, mengingat banyak sumur-sumur minyak yang sudah tua dan berkerak. Beberapa perusahaan Indonesia telah membeli teknologi ini, maka bila diterapkan transfer pengetahuan kan lebih baik," tuturnya.

    Adapun bidang lain yang dinilai unggul yakni dalam ilmu sosial, seperti hubungan internasional dan ekonomi. "Dalam hal teknik nuklir, Rusia juga memiliki keunggulan, maka diharapkan sarana beasiswa ke Rusia yang dibuka Pemerintah Rusia dan Dirjen Dikti yang dimulai dalam waktu dekat bisa digunakan sebaik-baiknya," tambah Agus.

    Selain itu, juga dibentuk joint selection committee di antara kedua negara untuk melakukan pertukaran mahasiswa, dosen, dan juga hasil-hasil riset mulai tahun ini. Beberapa universitas seperti UI, ITB, dan Unhas telah menandatangani MoU terkait kerja sama tersebut dengan Universitas St Petersburg di Moskwa bulan ini.

    Menurut Agus, program kerja sama bidang pendidikan ini juga bagian yang akan dilaporkan dalam Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia ke-6 Agustus nanti. "Ini melengkapi kerja sama di bidang perdagangan yang telah terjalin karena bidang pendidikan ini minim sekali atensinya. Kita mendorong supaya masyarakat dapat memanfaatkan beasiswa belajar di Rusia," jelasnya.

    Seperti diketahui, dalam kerja sama perdagangan Indonesia-Rusia telah dicatatkan nilai perdagangan 1,4 miliar dollar AS tahun lalu.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 7:47 am