Tak Hanya Situs Trowulan yang Butuh Perhatian

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Tak Hanya Situs Trowulan yang Butuh Perhatian

    Post by  on Thu Jan 22, 2009 8:50 pm

    JAKARTA, RABU Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) mendapatkan banyak informasi terkait kasus penelantaran dan perusakan situs-situs bersejarah di Indonesia. Informasi tersebut berasal dari mitra jaringan BPPI yang tersebar di berbagai daerah. Pada rilis BPPI, disebutkan ada dua kasus terhadap situs bersejarah yang juga membutuhkan perhatian seperti halnya situs Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang sempat ramai diperbincangkan sebulan belakangan ini. Dua situs tersebut adalah Benteng Vastenburg di Solo, Jawa Tengah; dan Benteng Oranje (Malayo) di Kota Ternate.

    Koordinator BPPI Heru Kus Dwihandoko mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dengan tembusan Presiden RI dan Gubernur tempat situs itu berada. "Secara resmi, balasan surat itu belum ada, tapi kami bersama mitra jaringan terus melakukan pemantauan dan masih ditindaklanjuti," kata Heru di sela-sela diskusi Pelajaran dari Kasus Perusakan Situs Majapahit di Trowulan di Jakarta, Rabu (21/1) malam.

    Informasi yang diperoleh dari mitra dan anggota BPPI di Solo, Benteng Vastenburg kabarnya akan dibangun hotel berlantai banyak, dan pembangunannya diperkirakan akan merusak keaslian benteng dan nilai historisnya. Atas informasi ini, BPPI memberikan rekomendasi, di antaranya, agar melengkapi aspek legal Benteng Vastenburg sebagai benda cagar budaya yang harus dilindungi; melakukan penelitian menyeluruh, baik secara arkeologis, amdal, arsitektural untuk rehabilitasi, maupun pemanfaatan selanjutnya; serta melakukan dialog mengenai kejelasan rencana dan mempublikasikan kepada masyarakat.

    Pada Benteng Oranje Ternate, berdasarkan informasi yang diperoleh, dilakukan pemugaran oleh pemerintah secara tidak tepat. Di antaranya terjadi penggantian lantai dinding benteng dan perubahan teknik perekatan dengan plesteran pada dinding di luar benteng.

    Tuntutan untuk menghentikan pemugaran ini sudah dilayangkan pada November 2008 lalu. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Ternate. Pendiri Yayasan Niat Baik dan Pusat Dokumentasi Arsitektur, Arya Abieta, mengatakan, kasus Trowulan hanya satu dari sekian banyak pembangunan yang merusak situs bersejarah.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 3:10 pm