Kucuran APBD Lamongan untuk Beasiswa Rp 4,1 Miliar

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Kucuran APBD Lamongan untuk Beasiswa Rp 4,1 Miliar

    Post by  on Fri Jan 23, 2009 5:00 pm

    LAMONGAN, JUMAT - Sampai akhir 2008, sebanyak 683 mahasiswa asal Lamongan yang tersebar di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Bali menerima beasiswa yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan. Jumlah dana yang telah mengucur sejak 2006 mencapai Rp 4,1 miliar.

    Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Musthafa Nur, Jumat (23/1) menjelaskan untuk mahasiswa PTN menerima beasiswa Rp 4 juta per tahun per mahasiswa. Mahasiswa yang kuliah di PTS menerima Rp 2 juta per tahun per mahasiswa.

    Salah satu penerima beasiswa, Meinia P Kurniawati, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya menuturkan, beasiswa tersebut sangat berarti untuk penerima dan besar manfaatnya untuk kelangsungan kuliah. Dia berharap agar program ters ebut dapat terus berlanjut meski Bupati Lamongan, Masfuk nantinya sudah tidak menjabat.

    Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Lamongan penerima beasiswa 190 mahasiswa dari sembilan PTS di Lamongan. Mereka tersebar di Akademi Perawat (1), Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat (26), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Ahmad Dahlan (21), Sekolah Ti nggi Kesehatan Muhammadiyah (4), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (17), Universitas Islam Darul Ulum (49), Universitas Islam Lamongan (56), Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (13) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI (3).

    Adapun 393 penerima beasiswa kuliah di 19 PTN se-Jawa Bali. Mereka tersebar di Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (56), Institut Pertanian Bogor (3), Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya (64), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (8), Polilteknik Malang (1), Politeknik Kesehatan Surabaya (3), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (3), Universitas Indonesia (1).

    Sementara yang kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta (9), UIN Malang (51), UIN Yogyakarta (39), Universitas Negeri Malang (39), Universitas Negeri Yogyakarta (3), Universitas Airlangga Surabaya (34), Universitas Jember (12), Universitas Negeri Surabaya (145), Universitas Brawijaya Malang (21), Universitas Trunojoyo Bangkalan (30) s erta Universitas Negeri 11 Maret Solo (1).

    Musthafa menjelaskan pemberian beasiswa diutamakan bagi para calon yang dinilai pintar, namun tidak mampu secara ekonomi. Perpanjangan beasiswa diajukan melalui beberapa persyaratan, diantaranya mahasiswa bersangkutan tetap berprestasi. "Yang penting penerima beasiswa tidak boleh berhenti kuliah. Ini akan dimonitor oleh petugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamongan. Program beasiswa merupakan upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas," kata Musthofa.

    Bupati Lamongan, Masfuk menyatakan program beasiswa ini merupakan sumbangan Lamongan untuk Indonesia. "Saya sangat gembira jika program ini dicontoh daerah lain. Lamongan saat ini sedang bergerak maju, mahasiswa Lamongan tidak harus berkarya di Lamongan saja. Beasiswa ini uang rakyat, sehingga mahasiswa punya kewajiban belajar dan berusaha sungguh-sungguh. Jangan jadi orang yang lemah, negeri ini tidak akan bisa berkembang jika diisi orang yang lemah," katanya saat memberikan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Berprestasi dari Keluarga Miskin, Jumat (23/1).

    Dia menjelaskan alasan menggagas program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, karena tidak mau anak miskin Lamongan tapi cerdas, tidak punya masa depan. "Gapailah cita-cita kalian, kami hanya membukakan pintu. Semua terserah anda, kalau kalian sungguh-sungguh, kesuksesan hanya menunggu waktu," tuturnya.

    Dia menambahkan jika mahasiswa paham negeri yang besar ini perlu diisi orang-orang yang andal, maka harus menunjukkan kapasitasnya dengan karya nyata, bukan hanya protes dan mengeluh. "Semua orang berhak untuk maju. Tidak ada sekat yang bisa menghambat orang untuk maju, termasuk kemiskinan," katanya menasihati.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 12:42 am