Penyaluran Raskin Tak Tepat Sasaran, Kades Diberi Peringatan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Penyaluran Raskin Tak Tepat Sasaran, Kades Diberi Peringatan

    Post by  on Fri Jan 23, 2009 5:05 pm

    MAGELANG, JUMAT - Walaupun alokasi yang didapat dirasa kurang, beras untuk keluarga miskin (raskin) tetap harus disalurkan untuk keluarga miskin yang memang terdata sebagai penerima. Dengan begitu, dengan alasan apa pun, raskin tidak boleh dibagi-bagikan kepada keluarga yang tidak berhak menerima, dengan alasan demi pemerataan.

    "Karena melanggar aturan, maka kepala desa yang nantinya masih memberlakukan hal tersebut akan langsung kami beri peringatan keras," ujar Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin, saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke kantor-kantor dinas dan instansi di ja jaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jumat (23/1).

    Pada tahun-tahun sebelumnya, Zaenal mengatakan, pembagian raskin yang tepat sasaran memang kerap sulit dilakukan. Upaya pemerataan pun akhirnya terpaksa menjadi jalan yang diplih oleh kepala desa atas desakan warga. Kendatipun demikian, hal ini tidak sepa tutnya tidak dilakukan karena melanggar aturan yang telah ditetapkan.

    Untuk mencegah agar pengalaman serupa tidak berulang, Zaenal mengatakan, pihaknya pun sudah memberikan pengarahan tentang hal tersebut kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Magelang, yang menangani masalah penyaluran raskin.

    Kepada dinas, saya meminta agar setiap kepala desa mendata seluruh kepala keluarga (KK) miskin yang ada di desanya. Jika data tersebut lebih banyak dibanding jumlah KK miskin yang terdata di Bulog, maka nantinya kamilah akan berupaya mencarikan solusi agar kekurangan alokasi itu tidak menimbulkan gejolak, paparnya.

    Tahun ini, alokasi raskin yang diterima Kabupaten Magelang memang berkurang dibanding tahun 2008. Jika tahun lalu mencapai 82.902,966 ton, maka tahun ini alokasi raskin yang diperoleh hanya terdata 77.885,100 ton. Dengan begitu, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) pun susut dari 473.736 RTS, menjadi 432.695 RTS.

    Pengurangan terbesar mencapai 20 persen terjadi pada Kabupaten Magelang. Dengan pengurangan alokasi tersebut, maka Kabupaten Magelang yang biasa mendapatkan 1.087 raskin per bulan, tahun ini hanya akan memperoleh 1.419 ton raskin per bulan.

    Wakil Kepala Perum Bulog Wilayah V Kedu Rizal Mulyawan Latief mengatakan, bahwa alokasi ini ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Walaupun terjadi pengurangan, hal ini dipastikan tidak akan menimbulkan persoalan.

    "Kalau toh ada daerah yang kekurangan, maka jatah raskin di daerah tersebut akan dibantu dipenuhi dari kelebihan yang terjadi di daerah lain," ujarnya.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 7:46 am