Di Srilanka, Jurnalis Jadi Sasaran

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Di Srilanka, Jurnalis Jadi Sasaran

    Post by  on Fri Jan 23, 2009 5:17 pm

    KOLOMBO, JUMAT - Para penyerang tak dikenal menikam seorang redaktur surat kabar dan menabrak mobilnya pada saat dia berangkat kerja di Sri Lanka, Jumat (23/1), kata rekan-rekannya. Ini adalah serangan terakhir dari serangkaian serangan terhadap para jurnalis di negara pulau itu.

    Upali Tennakoon, pimpinan redaksi mingguan yang dimiliki swasta Rivira, dan isterinya yang sedang menyertainya diserang oleh dua orang berkendaraan sepeda-motor yang menghalangi laju mobilnya di Imbulgoda, di luar ibu kota Kolombo, kata seorang wartawan menulis di surat kabarnya. "Mereka menikam dan sekarang korban dirawat di rumah sakit di Kolombo," kata wartawan itu menambahkan.

    Ia mengatakan, Upali kondisinya dalam keadaan stabil. "Isterinya, yang juga berada di dalam mobil juga mengalami cedera," katanya.

    Serangan itu terjadi dua pekan setelah editor lain, Lasantha Wickrematunga, dibunuh pada saat dia mengendarai mobilnya menuju ke kantornya, di pinggiran ibu kota Kolombo. Mobilnya juga dicegat oleh orang-orang bersenjata tak dikenal itu, dengan sepeda-motornya.

    Wickrematunga dikenal wartawan yang kritis terhadap kebijakan perang pemerintah terhadap pemberontak Macan Tamil, dan sejak itu. Sejak kejadian itu, sedikitnya terdapat delapan wartawan dan para aktivis hak-hak asasi manusia yang juga tokoh media yang meninggalkan negara itu, karena takut mereka akan dijadikan target berikutnya.

    Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) yang berkantor pusat di New York telah meminta kepada para diplomat asing di Kolombo, untuk mendesak keras dan segera kepada Presiden Mahinda Rajapakse untuk menghentikan serangan-serangan yang menyebabkan jatuhnya korban para insan pers di Sri Lanka itu.

    CPJ mengatakan, serangan-serangan brutal yang terjadi beberapa hari belakangan ini jelas mengindikasikan bagaimana perang terhadap media Sri Lanka, yang dilakukan dengan menggunakan ancaman-ancaman, intimidasi, gangguan secara legal, dan aksi kekerasan yang dilakukan secara sporadis.

    Pada awal bulan ini, para penyerang membakar satu stasiun televisi milik swasta yang dicap ’tidak prioritik’ oleh dinas-dinas media negara karena peliputan perang antarsuku yang sengit di pulau itu.

      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 3:27 pm