Fadel Muhammad "Kampanye" Lewat Film

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Fadel Muhammad "Kampanye" Lewat Film

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:03 am

    JAKARTA, RABU Sewindu Provinsi Gorontalo, Rabu
    (4/2), dipusatkan peringatannya di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki,
    Jakarta. Selain menggelar Pameran Pembangunan, gambaran tentang
    potensi, investasi, dan keberhasilan pembangunan, juga diluncurkan film
    Fadel Muhammad Mengabdi untuk Indonesia, sekaligus diskusi film.

    Film
    dokumenter yang disutradarai Rizaldi Siagian itu merekam pemikiran
    Fadel Muhammad, pengalaman, dan tantangan yang dihadapinya sebagai
    Gubernur Provinsi Gorontalo, terutama dalam memperjuangkan dan
    mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di daerah berpenduduk sekitar satu
    juta jiwa itu. Film berdurasi 45 menit itu memperlihatkan potensi
    kekayaan budaya rakyat Gorontalo sebagai bagian yang juga menjadi titik
    perhatian Fadel sebagai individu yang menganut dan menghargai paham
    pluralisme dalam kebudayaan.

    Dalam film itu juga dikutip
    pernyataan sejumlah tokoh, Pemimpin Umum Kompas Jakob Oetama, misalnya
    mengatakan, "Ketika (Fadel Muhammad) terjun dalam politik dan ikut
    serta dalam pemilihan Gubernur Provinsi Gorontalo, bukan saja
    memenangkan, tetapi berhasil. Berhasil berkat jagung, berhasil berkat
    sapi, berhasil berkat kepedulian terhadap pegawai, pejabat, apalagi
    yang kecil. Juga mencoba menerapkan dalam lingkungan konkret daerah
    bahwa paham ekonomi pasar sosial bisa dilaksanakan. Kalau di Gorontalo
    bisa, kenapa tidak di provinsi-provinsi lain?"

    Dalam diskusi
    seusai pemutaran film, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala
    Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, walaupun film berjudul Fadel
    Muhammad Mengabdi untuk Indonesia, untung tak ada pun satu kalimat yang
    mengatakan Fadel Muhammad siap menjadi calon presiden.

    "Meski
    demikian, pernyataan Fadel pada diskusi mengisyaratkan bahwa
    keberhasilannya membangun Gorontalo selama delapan tahun belakangan
    ingin dipraktikkan ke wilayah yang luas, Indonesia. Jika Gorontalo
    adalah laboratorium, Indonesia mini, maka keberhasilan uji labor perlu
    diterapkan untuk wilayah yang luas," katanya.

    Sebelumnya, pada
    pembukaan pameran, Fadel sempat melukiskan perkembangan pesat APBD.
    Jika tahun 2001 APBD Gorontalo hanya Rp 73,38 miliar, maka tahun 2005
    naik menjadi Rp 268 miliar. Bahkan, tahun 2009, APBD Gorontalo mencapai
    Rp 4,2 triliun.

    Menurut ekonom dari Universitas Gadjah Mada,
    Yogyakarta, Sri Adiningsih, keberhasilan Fadel Muhammad membangun
    Gorontalo karena keluar dari pakem, banyak program inovatif.

    Fadel
    menggarisbawahi bahwa ia tidak sendiri membangun Gorontalo. "Saya punya
    tim yang kuat dan saya ubah cara berpikir mereka. Keberhasilan juga
    karena meletakkan fondasi pembangunan manusia sebagai salah satu fokus
    pembangunan (program unggulan)," katanya.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 11:15 pm