Kepahlawanan Dibutuhkan sebagai Teladan Bangsa

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Kepahlawanan Dibutuhkan sebagai Teladan Bangsa

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:04 am

    JAKARTA, RABU - Salah satu hakekat utama penetapan
    gelar kepahlawanan adalah untuk memberi keteladanan (role model) bagi
    generasi muda penerus bangsa. Keteladanan dibutuhkan demi menjaga
    kelangsungan nilai-nilai baik perjuangan serta kepahlawanan, yang
    diyakini juga menjadi kebutuhan sebuah bangsa untuk dapat bertahan.

    Pernyataan
    itu disampaikan sejarawan senior Anhar Gonggong, Rabu (4/2), saat
    berbicara dalam seminar bertema ”Nilai-Nilai Kepahlawanan” sekaligus
    peluncuran buku berjudul ”Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi, Biografi
    laksamana Muda John Lie”, di Universitas Paramadina, Jakarta.

    Turut
    hadir sebagai pembicara sejarawan senior Adrian B Lapian, staf pengajar
    Universitas Paramadina Abdul Hadi, mantan KSAL Laksamana (Purn) Bernard
    Kent Sondakh, dan Laksda Moh Sunarto dari Markas Besar TNI AL.

    ”Seorang
    pahlawan pasti punya kemauan yang melampaui dirinya dan dia bertekad
    untuk mewujudkannya. Untuk bisa mewujudkan, mereka punya keberanian,
    kejujuran, dan ketabahan. Hakekat kepahlawanan seperti itu harus
    dijadikan teladan terutama bagi generasi muda,” ujar Anhar.

    Menurut
    Anhar, seluruh prasyarat untuk menjadi pahlawan tadi sudah ada dan
    dimiliki Laksamana Muda John Lie. Tokoh John Lie berjasa menembus
    blokade armada kapal perang Belanda di Selat Malaka. Sepak terjangnya
    itu sekaligus menunjukkan Indonesia masih eksis di mata dunia.

    Sepanjang
    tahun 1947-1949, dengan membawa kapal tua ”The Outlaw”, John Lie selalu
    berhasil menyelundupkan senjata-senjata yang dibutuhkan para pejuang
    Indonesia untuk melawan Belanda. Kesuksesannya menggemparkan dunia kala
    itu setelah disiarkan melalui Radio BBC dan All India.

    ”Seorang
    pahlawan selain berani juga harus jujur. Yang kita butuhkan dalam
    situasi krisis seperti sekarang adalah orang yang bisa diteladani
    terutama dalam hal kejujurannya. Banyak orang sekarang teriak-teriak
    dia akan membela rakyat namun pada saat bersamaan malah korupsi,” ujar
    Anhar.

    Sementara itu dalam pidato sambutannya, Rektor Universitas
    Paramadina Anies R Baswedan menyatakan kepahlawanan John Lie
    ditunjukkannya tidak sekadar melalui berbagai macam pidato dan orasi
    melainkan melalui perjuangan konkret dan nyata. Hal itu harus
    diapresiasi dan ditiru.

    Ada nilai kebhinnekaan dan pluralisme
    yang ditunjukkan dan coba terus dibangun oleh seorang John Lie.
    Nilai-nilai itu lah yang menurutnya harus terus ditularkan dan
    dikembangkan ke para generasi muda. Dengan begitu kesadaran akan
    kebhinnekaan dan pluralisme bisa dibangun sejak usia muda.

    Dalam diskusi tersebut juga berkembang usulan untuk mencalonkan John Lie sebagai kandidat pahlawan nasional.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 7:49 am