Jumat-Sabtu, Gelombang Laut Jawa Capai Tujuh Meter

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Jumat-Sabtu, Gelombang Laut Jawa Capai Tujuh Meter

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:08 am

    SURABAYA, RABU - Berdasarkan prediksi Badan
    Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim
    Surabaya, mulai Jumat (6/2) hingga Sabtu (7/2) gelombang laut di
    Perairan Laut Jawa mecapai ketinggian enam meter hingga tujuh meter.
    Tingginya gelombang disebabkan munculnya angin muson barat.

    Demikian
    diungkapkan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan
    Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Maritim Surabaya Arif Triono, Rabu
    (4/2) di Surabaya. Gelombang laut antara enam meter hingga tujuh meter
    akan terjadi di Perairan Bawean, Masalembu, Kangean, Pagerungan, hingga
    Laut Flores di bagian selatan Pulau Selayar.

    "Fenomena ini muncul
    karena kecepatan angin di sekitar Laut Jawa dan perairan selatan Pulau
    Jawa naik signifikan," ungkapnya. Dalam keadaan normal, rata-rata
    kecepatan angin di perairan Laut Jawa dan bagian selatan Pulau Jawa
    berkisar 10 kilometer per jam hingga 30 kilometer per jam. Namun, saat
    ini kecepatan angin berlipat hingga 80 kilometer per jam.

    Menurut
    Arif, kecepatan angin bertambah karena adanya perbedaan tekanan udara
    di wilayah selatan yaitu kawasan Benua Australia dengan daratan Asia.
    Tekanan udara di Australia mencapai 1.000 milibar, sementara tekanan
    udara di daratan Asia 1.015 milibar hingga 1.025 milibar.

    "Ada
    selisih perbedaan tekanan udara kurang lebih 20 milibar. Inilah yang
    mengakibatkan angin mengalir lebih kencang," jelas Arif.

    Melihat
    situasi ini, BMG memperkirakan gelombang laut selama bulan Februari
    relatif tinggi. Situasi ini sama dengan kondisi saat Kapal Motor
    Senopati Nusantara tenggelam beberapa tahun lalu, tambahnya.

    Tunda keberangkatan
    Akibat
    gelombang laut tinggi, ratusan kapal layar motor (KLM) dan kapal besi
    bersandar di sepanjang Dermaga Kalimas, Pelabuha n Tanjung Perak,
    Surabaya. Kapal-kapal tersebut masih menunggu turunnya surat izin
    berlayar dari syahbandar yang belum diberikan karena cuaca di perairan
    buruk.

    Syaifuddin, seorang awak kapal mengatakan, cuaca buruk
    menyebabkan pengiriman bahan bangunan ke Makassar tertunda. Syahbandar
    melarang kapal-kapal KLM berlayar.

    "Kalaupun kami sudah berlayar dan gelombang tiba-tiba tinggi, kami biasanya berlindung di pulau-pulau kecil," tuturnya.
    Dengan
    kondisi gelombang tinggi beberapa hari ini, pihak Syahbandar
    Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melarang KLM dan kapal
    besi berbobot di bawah 500 gross ton berlayar. Beberapa kapal besi yang
    diperbolehkan berlayar hanyalah kapal-kapal pengangkut bahan kebutuhan
    pokok. Namun, kapal-kapal tersebut harus benar-benar memenuhi
    persyaratan keselamatan pelayaran.

    "Selain menerima perkiraan
    cuaca dari BMG, kami juga memantau situasi perairan dari laporan para
    awak kapal yang sedang berlayar. Informasi tersebut kami padukan
    sehingga mempermudah Syahbandar untuk memberikan izin berlayar," kata
    Kepala Seksi Syahbandar Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
    Kahar Paleppeng.

      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 1:20 am