Tersangka Korupsi, Mantan Kepala STPP Magelang Ditahan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Tersangka Korupsi, Mantan Kepala STPP Magelang Ditahan

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:09 am

    MAGELANG, RABU Mantan Kepala Sekolah Tinggi
    Penyuluh Pertanian Magelang Thomas Widodo resmi ditahan oleh Kejaksaan
    Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang terkait kasus dugaan korupsi dana
    pendidikan dan latihan (diklat) pembekalan lanjutan sebesar Rp 423 juta.

    Thomas
    yang beralih status dari saksi menjadi tersangka langsung ditahan di
    Lembaga Pemasyarakatan (LP) Magelang seusai memberikan kesaksian dalam
    persidangan dua tersangka lainnya, yaitu Totok Sevenek Munanto dan
    Djumirah di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang.

    Kepala
    Kejari Kabupaten Magelang Ninik Maryanti mengatakan, upaya penahanan
    sengaja dilakukan karena, sejak April 2008, Thomas sudah berpindah
    tugas dan menjabat sebagai kepala STPP Bogor.

    Untuk mempermudah
    pengawasan dan jalannya pemeriksaan, kami memutuskan yang bersangkutan
    harus ditahan di Magelang, terangnya, Rabu kemarin. Thomas akan ditahan
    selama 20 hari, terhitung sejak kemarin hingga 23 Februari mendatang.

    Tersangka
    lainnya, yaitu Totok Sevenek Munanto, berperan sebagai ketua panitia
    pelaksana diklat pembekalan lanjutan, dan Djumirah sebagai bendahara.
    Saat ini, keduanya sudah menjalani persidangan di PN Kabupaten
    Magelang. Thomas ikut ditetapkan sebagai tersangka karena dia sendiri
    berperan sebagai penanggung jawab diklat.

    Untuk kebutuhan
    akomodasi dan konsumsi selama diklat pembekalan lanjutan, STPP Magelang
    mendapatkan alokasi dana daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari
    Departemen Pertanian sebesar Rp 1.036.160.000. Dana ini digunakan untuk
    membiayai kebutuhan 1.619 siswa, dengan alokasi per orang sebesar Rp
    80.000 per hari. Namun, dalam kenyataannya, dana yang dicairkan hanya
    sebesar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per orang per hari. Diklat ini
    sendiri berlangsung selama delapan hari.

    Dalam pelaksanaan
    diklat, dana ini disalurkan melalui 78 kepala desa di Kabupaten
    Magelang yang kebetulan daerahnya dipakai sebagai lokasi diklat.

    Namun,
    dalam keterangan yang diberikan dalam pemeriksaan, para kepala desa
    tidak mengetahui secara jelas alokasi dana yang ditetapkan per orang
    per hari. "Sebab, ketika itu, masing-masing dari mereka hanya diminta
    menandatangani kuintansi kosong," ujarnya.

    Jumlah total saksi
    yang telah diperiksa dalam kasus ini mencapai 140 orang, dan sebanyak
    78 orang di antaranya adalah kepala desa.

    Sejak Januari 2008
    hingga sekarang, Kejari Kabupaten Magelang telah menangani 10 kasus
    korupsi. Lima di antaranya termasuk pengembangan kasus dugaan korupsi
    STPP Magelang, kasus baru yang ditangani pada Januari 2009.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 11:11 pm