Gelombang Laut Tinggi, Kapal Dilarang Berlayar

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Gelombang Laut Tinggi, Kapal Dilarang Berlayar

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:10 am

    SURABAYA, RABU - Sejak Senin (2/2) hingga Rabu
    (4/2) gelombang tinggi antara tiga meter hingga enam meter melanda
    perairan Laut Jawa. Menyikapi situasi ini, Syahbandar Administrator
    Pelabuhan Tanjung Perak melarang kapal berbobot kurang dari 500 gross
    ton untuk berlayar.

    Kepala Seksi Syahbandar Administrator
    Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kahar Paleppeng mengungkapkan, sejak
    Selasa (3/2) seluruh kapal layar motor yang terbuat dari kayu dan kapal
    besi berbobot di bawah 500 gross ton dilarang berl ayar. Namun
    demikian, khusus untuk kapal besi pengangkut kebutuhan pokok tetap
    diperbolehkan berlayar meskipun berbobot di bawah 500 gross ton.

    Kami
    dapat memberikan surat izin berlayar pada kapal besi pengangkut
    kebutuhan pokok karena suplai kebutuhan p okok ke pulau-pulau lain
    harus tetap jalan. Dengan catatan, seluruh peralatan penunjang
    keselamatan, seperti sekoci dan pelampung harus lengkap dan berfungsi,
    ujarnya, Rabu (4/2) di Surabaya.

    Selain kapal barang, Kahar juga
    melarang keras kapal-kapal penumpang berbobot di bawah 500 gross ton
    untuk berlayar. Karena itu, puluhan kapal perintis yang bersandar di
    Pelabuhan Tanjung Perak hingga saat ini tak melayani pelayaran.

    Tingginya
    gelombang di sekitar perairan Laut Jawa mengakibatkan ratusan nakhoda
    kapal besi dan kapal layar motor mengurungkan niat mereka untuk
    berlayar. Beberapa kapal tampak penuh terisi barang namun menumpuk di
    Dermaga Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak karena belum mendapatkan surat
    izin berlayar dari syahbandar.

    H Sultan, salah seorang karyawan
    ekspedisi pengiriman barang mengatakan, sejak Jumat (30/1) tiga kapal
    yang ia kelola belum ada yang berangkat karena menunggu gelombang laut
    reda. Akibatnya, berton-ton barang kelontong yang seharusnya dikirim ke
    Ujung Pandang masih tertahan.

    Puncak gelombang
    Badan
    Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Maritim Surabaya
    memprediksi puncak ketinggian gelombang laut terjadi pada Jumat (6/2)
    hinga Sabtu (7/2) mendatang. Gelombang dengan ketinggian mencapai enam
    hingga tujuh meter melanda Perairan Bawean, Masalembu, Kangean,
    Pagerungan hingga Laut Flores di sebelah selatan Pulau Selayar.

    Wilayah
    tersebut berada di perairan sebelah utara Pulau Jawa sehingga akan
    memengaruhi arus lalu lintas pelayaran dari dan ke Pelabuhan Tanjung
    Perak, jelas Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMG Stasiun
    Meteorologi Maritim Surabaya Arif Triono.

    Menurut Arif, gelombang
    laut diprediksi akan surut pada kisaran lima meter hingga enam meter
    pada Minggu (8/2). Namun demikian, selama kurun waktu bulan Februari
    gelombang tinggi tetap akan terjadi.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 9:21 pm