Korban Banjir Bojonegoro Butuh Air Bersih dan Sarana Evakuasi Memadai

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Korban Banjir Bojonegoro Butuh Air Bersih dan Sarana Evakuasi Memadai

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:11 am

    BOJONEGORO, RABU - Korban banjir luapan Bengawan
    Solo membutuhkan air bersih dan dan sarana evakuasi yang memadai.
    Kebutuhan air bersih vital untuk mereka mandi, cuci kakus atau
    kebutuhan memasak. Setiap banjir warga biasanya kesulitan air bersih.
    Sementara
    itu sarana evakuasi korban banjir sangat terbatas. Di Bojonegoro
    misalnya warga hanya menggunakan rakit dari batang pisang atau perahu
    kecil. Sementara mereka rela berbagi tempat dengan ternak mereka ketika
    mengungsi di tenda-tenda di atas tangg ul atau tepi rel dan Jalan Raya
    Bojonegoro-Cepu.
    Sementara itu para pengungsi di jalur
    Bojonegoro-Cepu seperti di Ngablak, Ngulanan Kecamatan Dander banyak
    menengadahkan topi atau timba kecil meminta derma dari pengguna jalan
    yang lewat. "Hasil kerja selama ini telah habis untuk menghidupi
    keluarganya se jak banjir datang. Sejak banjir warga tidak punya
    penghasilan," kata Jupri.
    Warga seperti menjadi pengemis dadakan.
    Hal yang sama telah terjadi sejak banjir dahsyat akhir 2007 awal 2008
    lalu. Bahkan saat itu kondisi seperti itu ada di beberapa titik mulai
    Dander, Kalitidu hingga Padangan. Mereka beralasana melakukan itu untuk
    men gganjal perut. Rata-rata pengungsi tidur satu tenda bersama sapi
    mereka dan biasanya kalau malam membuat diang (perapian dari jerami),
    kata Herman seorang warga di Leran Kecamatan Kalitidu.
    Selain di
    jalan raya ada pula pengungsi yang menempati Gedung Serbaguna, pos
    kecamatan atau balai desa. Namun pada saat ruangan dalam digunakan
    untuk futsal Selasa lalu pengungsi memilih menggelar tikar di teras
    gedung serbaguna seperti terlihat Selasa la lu.
    Sementara itu
    susahnya air bersih membuat warga juga menggunakan genangan air banjir
    untuk minum dan memasak dengan cara diendapkan dan disaring lebih dulu.
    Sementara diantara pengungsi korban banjir ada yang mulai terserang
    penyakit gatal-gatal dan juga diare.
    Dengan sarana darurat dan
    terbatas dan jauh serta kebersihan kurang terjaga. Pantauan kami di
    Guyangan dan Kandangan warga menggunakan air minum dari air banjir.
    Kalau sumurnya masih bagus ya pakai sumur. Ada yang unik lagi, di
    beberapa tempat yang teris olasi warga sebagian bertahan di rumah dan
    tidak mau dievakuasi, kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten
    Bojonegoro Johny Nurhariyanto.
    Air bersih dinilai sangat sangat
    vital bagi para korban banjir. Selain untuk memasak, minum, air bersih
    juga dipakai untuk keperluan lain seperti mandi cucin kakus. Pejabat
    Gubernur Jawa Timur, Setia Purwaka menyarankan Bupati Bojonegoro Suyoto
    menyediaka n water purification
    (sistem pengolahan air bersih secara langsung).Dengan
    alat air keruh bisa langsung diproses untuk memasak dan air minum.
    Setia Purwaka mengusulkan agar tiap kabupaten maupun kota yang selama
    ini menjadi langganan banjir mempunyai ba dan penanggulangan bencana,
    tidak lagi satuan penanggulangan bencana. Dengan Badan bisa menyerap
    dana operasional untuk menanggulangi bencana, bukan lagi anggaran
    dititipkan ke dinas maupun satuanm kerja masing-masing.
    Di
    Lamongan dilaporkan 69 keluarga Desa Tanggulrejo Kecamatan Babat,
    mendirikan tenda darurat di Jalan Raya Babat Lamongan sejak Rabu (4/2)
    pukul 13.30. Sedikitnya 33 keluarga Di Dusun Gerdu, Desa Banaran
    Kecamatan Babat, dan 200 keluarga lainnya rumahnya terendam air dengan
    ketinggian 30 sentimeter hinga 70 cm. Pemkab Lamongan telah menyiapkan
    peralatan tenda darurat dan dapur umum. Sedangkan di banjir luapan
    Bengawan Solo di Kecamatan Bungah dan Dukun Kabupaten Gresik belum
    sampai menyebabkan warga mengungsi.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 11:16 pm