Penghijauan di Gunung Kidul Berjalan Lambat

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Penghijauan di Gunung Kidul Berjalan Lambat

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:12 am

    GUNUNG KIDUL, RABU — Penghijauan di Kabupaten
    Gunung Kidul berjalan lambat. Meski telah dilaksanakan sejak tahun
    1976, baru 29 persen dari total wilayah yang telah terhijaukan.
    Padahal, Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 mensyaratkan penghijauan di
    minimal 30 persen wilayah dengan luasan mencapai 148.536 hektar itu.
    Kepala
    Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul Syamsudin mengatakan,
    sepanjang tahun 2008, penghijauan hanya sanggup menjangkau 173 hektar
    dari 9.000 hutan rakyat yang perlu direboisasi. “Penanaman tidak bisa
    mengandalkan dana dari pemerintah, kepedulian masyarakat sangat
    diperlukan,” ujar Syamsudin di kantornya, Rabu (4/2).
    Menurut
    Kepala Bidang Kehutanan Murbani, penghijauan telah mencakup 30.546
    hektar hutan rakyat dan 13.221 hutan negara. Penghijauan di 30 persen
    wilayah Gunung Kidul diharapkan bisa tercapai pada tahun 2015.
    Selanjutnya, kegiatan akan terfokus pada sertifikasi tanaman di hutan
    rakyat.
    Program sertifikasi tanaman di hutan rakyat telah
    berjalan di tiga desa, tetapi telah disosialisasikan di semua desa.
    Sertifikasi tanaman tersebut diperlukan agar masyarakat tidak menebang
    tanaman di pekarangannya secara liar.
    Selain memanfaatkan
    pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penghijauan juga
    didukung oleh Kodim 0730 Gunung Kidul, polisi, gerakan organisasi
    wanita, badan usaha milik negara, serta lembaga swadaya masyarakat.
    Menurut
    Syamsudin, permintaan bibit dari masyarakat untuk penghijauan terus
    meningkat. Distribusi bibit sebanyak 50.000 batang pada tahun 2007
    meningkat menjadi 75.000 batang pada 2008. “Gunung Kidul terbuka bagi
    siapa saja yang tertarik membantu penghijauan asalkan terkoordinasi
    dengan benar dalam bentuk kelompok kerja,” jelasnya.
    Saat ini,
    sebanyak 1.086 hektar lahan juga telah ditanami oleh masyarakat di
    hutan negara dalam program hutan kemasyarakatan (HKM). Selain bantuan
    berupa bibit, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta juga memberdayakan
    ekonomi petani HKM dengan bantuan sapi di delapan kelompok di Gunung
    Kidul senilai Rp 39,15 juta per kelompok.

      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 1:22 am