Buah dari Demokrasi Salah Arah

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Buah dari Demokrasi Salah Arah

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:14 am

    MAKASSAR, RABU - Antropolog
    Universitas Hasanuddin Dr Munsi Lampe MA menilai, maraknya aksi
    kekerasan dalam penyampaian aspirasi belakangan ini merupakan buah dari
    pembelajaran demokrasi yang salah arah. Kehancuran tatanan sosial sudah
    mencapai fase liminal, di mana tak ada lagi pegangan nilai dan norma
    serta struktur yang mantap untuk menuntun masyarakat dalam berperilaku.
    "Kondisi
    yang memprihatinkan ini kian diperburuk oleh hancurnya perekonomian
    masyarakat. Rakyat yang hidup berkesusahan berpikiran pragmatis hingga
    akhirnya dengan mudahnya digerakkan untuk ikut memperjuangkan
    kepentingan elite politik tertentu," ujar Munsi Lampe di Makassar, Rabu
    (4/2).

    Ketua Jurusan Antropologi FISIP Unhas itu menilai, tragedi tuntutan
    pemekaran wilayah di Sumatera Utara yang Selasa lalu menewaskan Ketua
    DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat hanyalah salah satu contoh dari
    hasil pembelajaran demokrasi yang salah arah itu. Di berbagai wilayah,
    termasuk di Sulawesi tuntutan pemekaran wilayah dan ketidakpuasan atas
    hasil pilkada yang diwarnai pengerahan massa juga kerap marak.
    Untungnya aparat keamanan sigap untuk mengendalikan aksi.

    "Kebebasan berkespresi sudah kebablaan dan menafikan etika. Inilah
    akibat dari candu kekuasaan yang membuat banyak kalangan berorientasi
    politik untuk duduk pada struktur kekuasaan eksekutif dan legislatif
    dari pusat hingga daerah," urai Munsi.

    Ia juga menilai hal ini sebagai buah dari longgarnya mekanisme seleksi
    calon pemimpin pemerintahan dan calon anggota legislatif. "Ukuran
    utamanya adalah massa pendukung, sementara nilai moralitas tidak
    terlalu utama," kata Munsi.

    Sebagai solusi jangka, ia menyarankan partai politik dan masyarakat
    lebih selektif dalam memilih caleg pada Pemilu 2009. Untuk jangka
    panjang, parpol dan masyarakat harus selektif memilih kepala daerah.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 9:56 am