Pipa Bocor, Warga Berebut Tumpahan Solar

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Pipa Bocor, Warga Berebut Tumpahan Solar

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:16 am

    BALIKPAPAN, RABU Sebuah pipa distribusi dari Depo
    Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, yang digunakan untuk
    menyalurkan bahan bakar minyak jenis solar ke Pembangkit Listrik Tenaga
    Diesel (PLTD) Gunung Malang, pada Rabu (4/2) siang, bocor. Kebocoran
    pipa distribusi BBM di depan Toko Penjualan Onderdil Kendaraan Perdana
    Motor di Jalan A Yani, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan, itu
    menyebabkan kemacetan lalu lintas karena warga berebut mengambil
    tumpahan solar tersebut.
    Kemacetan itu juga terjadi karena banyak
    pengendara sepeda motor yang berhenti menyaksikan terus mengalirnya
    solar dari pipa yang terletak di bawah trotoar tersebut. Beberapa warga
    setempat mengungkapkan, kebocoran itu diduga terjadi sekitar pukul
    14.00. Tumpahan BBM ini pertama kali diketahui oleh Sarmo, pekerja di
    Toko UD Maju Jaya Kemarik, yang terletak di samping Toko Perdana Motor.
    Untuk
    mendapatkan tumpahan minyak tersebut, mereka mengambil minyak memakai
    busa, lalu memeras ke jeriken. Sampai pukul 16.00, kebocoran tersebut
    masih terjadi. Beberapa warga menyebutkan, mereka berhasil mengambil
    puluhan liter solar. Kemacetan lalu lintas di daerah itu bisa berhenti
    setelah pihak polisi memasang pembatas jalan dan mengalihkan beberapa
    pengendara untuk tidak melewati daerah tersebut.
    Kepala Humas PT
    (Persero) Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan Bambang Irianto
    mengatakan, kebocoran pipa tersebut diketahui Pertamina sekitar pukul
    14.30 atau sekitar 30 menit setelah kejadian. Pihak Depo Pertamina
    Balikpapan langsung menghentikan penyaluran solar ke PLTD Gunung Malang.
    Bambang
    menjelaskan, saat terjadi kebocoran, Depo Pertamina Balikpapan tengah
    menyalurkan sebanyak 45 kiloliter solar ke pembangkit listrik tersebut.
    Penyaluran itu merupakan bagian dari 200 kiloliter yang dipesan pihak
    PLN setempat. "Untuk sementara, penyalurannya akan dilakukan dengan
    menggunakan mobil tangki," katanya.
    Bambang mengungkapkan,
    peristiwa kebocoran pipa distribusi solar ini sudah kali ketiga. Dua
    kejadian sebelumnya terjadi pada pipa distribusi yang sama di daerah
    Kompleks Perumahan Pertamina. Kebocoran ini terjadi diperkirakan karena
    kondisi pipa yang sudah tua. Selain itu bisa juga akibat tekanan beban
    karena berada di pinggir jalan raya. "Untuk memperbaiki atau
    menggantinya, itu bukan kewenangan Pertamina, tetapi sudah menjadi
    tanggung jawab pihak PLN," ujarnya.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 3:07 pm