BPOM Sulteng Musnahkan Ratusan Produk Ilegal

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread BPOM Sulteng Musnahkan Ratusan Produk Ilegal

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:30 am

    PALU, SELASA - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
    Sulawesi Tengah di Palu, Senin, memusnahkan 576 jenis produk ilegal
    yang ditemukan selama tahun 2008.

    Pemusnahan produk ilegal dan
    berbahaya tersebut dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Kawatuna, Palu
    Selatan, dengan cara membakarnya di beberapa tong logam yang telah
    disediakan.

    Pemusnahan itu juga dihadiri Kapolres Palu AKBP Bonar Sitinjak, dan beberapa pejabat dinas teknis terkait.

    Sebanyak
    576 produk ilegal tersebut, terdiri dari produk obat-obatan sebanyak 85
    macam, makanan/minuman (149 macam), kosmetik (197 macam), serta obat
    tradisional (145 macam).

    Kepala BPOM Sulteng Firdaus Thantawi di
    sela-sela kegiatan, mengatakan produk ilegal tersebut dimusnahkan
    karena tidak mempunyai izin edar, kadaluarsa, serta mengandung zat-zat
    berbahaya yang bisa mengancam keselamatan konsumen.

    Dia juga
    mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan di sarana
    produksi, distribusi, dan pelayanan obat dan makanan untuk mengurangi
    beredarnya produk yang tidak aman.

    "Kami juga membuka
    layanan pengaduan konsumen tentang produk-produk berbahaya yang
    ditengarai beredar di masyarakat, supaya mendapatkan perhatian langsung
    dari BPOM," katanya.

    Dalam melakukan tugasnya tersebut, BPOM
    juga akan bekerjasama dengan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan,
    Dinas Perdagangan, dan pihak kepolisian.

    Selama razia produk
    di beberapa tempat di wilayah Sulteng, BPOM juga berhasil mengamankan
    beberapa pelaku untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

    Para
    pelaku yang kedapatan mengedarkan produk ilegal dan berbahaya tersebut
    diancam dengan beberapa Undang-Undang, seperti UU No. 23 Tahun 1992
    Tentang Pangan, UU No.7 Tahun 1996 Tentang Pangan, serta UU No.9 Tahun
    1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

    Bahkan, jika terdapat
    pelaku yang mengedarkan produk yang mengandung Narkotika akan dijerat
    dengan UU No.22 Tahun 1997 Tentang Narkotika serta UU No.5 Tahun 1997
    Tentang Psikotropika dengan ancaman penjara dan denda yang jumlahnya
    bervariasi.

    Selain itu, Thantawi juga mengimbau kepada
    produsen untuk tidak mempergunakan zat-zat berbahaya dalam membuat
    produk makanan dan obat-obatan.

    "Konsumen juga diminta
    selalu waspada ketika hendak membeli sebuah produk dengan memperhatikan
    kemasan dan tanggal kadaluarsa," ujarnya.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 2:59 am