Dinkes Semarang Diimbau Layani Jamkesmas di Hari Libur

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Dinkes Semarang Diimbau Layani Jamkesmas di Hari Libur

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:32 am

    SEMARANG, RABU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
    Kota Semarang, Jawa Tengah meminta Dinas Kesehatan setempat tetap
    melayani pengesahan kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas)
    tanggungan daerah pada hari libur, terutama Sabtu dan Minggu.

    "Selama
    ini, pada Sabtu dan Minggu warga miskin yang akan melakukan pengesahan
    kartu Jamkesmas daerah tidak bisa dilayani di Dinkes Kota Semarang
    karena bukan hari kerja," kata Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Ahmadi
    di Semarang, Rabu.

    Padahal, katanya, pihak rumah sakit tidak mau
    tahu, jika warga miskin bersangkutan tidak bisa menunjukkan Jamkesmas
    maka tidak bisa mendapat layanan gratis.

    Ia mengatakan, selama
    ini pasien yang masuk rumah sakit pada Sabtu dan mendaftar dengan
    Jamkesmas tidak bisa langsung dilayani, karena harus meminta pengesahan
    dari Dinkes Kota Semarang.

    Ahmadi mengatakan karena Sabtu dan
    Minggu merupakan hari libur maka permintaan pengesahan itu tidak bisa
    dilayani dan harus menunggu hingga Senin atau menunggu 2x24 jam untuk
    memasukkan berkas pengesahan Jamkesmas. Ketika pada Senin pengurusan
    administrasi selesai, ternyata pasien sudah sembuh dan harus pulang,
    tetapi pasien tetap diminta biaya untuk perawatan Sabtu-Minggu.

    "Begitu
    juga ketika pasien masih menjalani perawatan Senin dan seterusnya, maka
    hari sebelumnya disuruh membayar. Jadi pelayanan Sabtu-Minggu tetap
    membayar," katanya.

    Menurut dia, pihak rumah sakit beralasan
    Jamkesmas masuk mulai Senin, sehingga penghitungan layanan gratis
    dimulai sejak hari itu, sedangkan hari sebelumnya tetap ditarik biaya.

    Ia
    mengharapkan, Sabtu dan Minggu Dinkes tetap bisa melayani pengurusan
    Jamkesmas tanggungan daerah sehingga tidak ada beban yang ditanggung
    warga miskin.

    "Kami tidak menyalahkan rumah sakit, tetapi
    bagaimana Dinkes menyediakan layanan cepat baik di rumah sakit negeri
    maupun swasta yang layanan jamkesmas. Jaminan kesehatan bagi warga
    miskin harus diberikan secara tuntas, jangan tersisakan," katanya. Ia
    mengatakan, dana APBD 2008 Kota Semarang untuk Jamkesmas mencapai Rp9
    miliar.

      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 2:54 pm