Listrik Tenaga Gravitasi Hebohkan Pamekasan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Listrik Tenaga Gravitasi Hebohkan Pamekasan

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:53 am

    PAMEKASAN, SELASA—Setelah pembangkit listrik
    Jodhipati buatan Djoko Suprapto, kini giliran pembangkit listrik tenaga
    gravitasi yang kini mulai membuat heboh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
    Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bahkan memastikan akan membantu
    pengurusan paten penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko
    Pasiro (40) warga Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan
    Kota, Pamekasan itu.
    "Kami akan membantu mengurus semua
    kelengkapan administrasinya untuk mendapatkan hak paten atas temuan Pak
    Djoko ini," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia
    Pemkab, Drs. Abd Razak Bahman, Selasa (3/2).
    Bahkan, kata mantan
    Kabag Kesra itu, Pemkab juga akan menyediakan dana khusus dari APBD.
    Sebab penemuan energi listrik tenaga gravitasi Djoko Pasiro tersebut
    juga merupakan aset bagi pemerintah daerah dan warga Madura pada
    umumnya.
    "Kalau dimanfaatkan secara optimal dengan modal yang
    cukup, saya yakin di Madura, khususnya di Pamekasan tidak akan pernah
    kekurangan energi listrik," katanya.
    Dalam penemuannya, Djoko
    mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi
    listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan
    bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik
    dinamo generator.
    Menurut Abd Razak Bahman, temuan Djoko Pasiro
    tersebut, memang murni merupakan temuan teknologi canggih, bukan
    rekayasa sebagaimana pernah terjadi di daerah lain. Hal itu setelah
    Pemkab dan Bupati Pamekasan meninjau langsung ke rumah Djoko Pasiro,
    Senin (2/2).
    "Dari hasil kunjungan itulah bupati lalu
    memerintahkan kami untuk menguruskan hak paten hasil kekayaan
    intelektual Pak Siro ini. Sekaligus dengan dananya. Sebab dia sendiri
    merasa kesulitan untuk mengurusnya," katanya.
    Temuan energi
    listrik tenaga gravitasi yang spektakuler warga Kelurahan Gladak Anyar
    itu, kini sudah dimanfaatkan penerangan kebutuhan listrik di rumahnya
    dan tetangga sekitar Djoko Pasiro di Kampung Patemun. Terkait
    penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya diuji secara ilmiah.
    Bahkan
    warga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik itu
    juga mengaku pernah mempresentasikan penemuannya itu di Yogyakarta di
    sebuah lembaga penelitian teknologi. Bahkan ketika itu temuan Djoko
    tersebut sudah ditawar Rp5 miliar, tapi lulusan Sekolah Teknik Mesin
    (STM) Pamekasan itu menolak dengan alasan ingin mengembangkannya di
    Madura.
    "Dengan uang sejumlah itu saya bisa membeli rumah baru
    dan fasilitas lainnya, tapi saya tetap merasa rugi. Sebab saya seolah
    tidak punya temuan, karena menjadi milik orang lain," terangnya.
    Menurut
    Djoko Pasiro, temuan itu merupakan hasil penelitian yang ia lakukan
    selama puluhan tahun, sejak belajar di bangku sekolah.
    "Saya
    bersedia menjelaskan secara ilmiah dan mempraktekkan ke publik nantinya
    apabila temuan saya sudah memiliki hak cipta," katanya menjelaskan.
    Selain akan menguruskan hak patennya, Pemkab juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor nantinya."Kami
    berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten,
    pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus
    diproduksi masal, pabriknya harus di sini," kata Bupati Pamekasan
    Kholilurrahman.
    Menurut Djoko Pasiro, pihaknya sudah menyiapkan
    tujuh tipe dari temuannya itu dan semuanya sudah dihitung secara
    ilmiah. Masing-masing tipe menunjukkan besarnya watt yang akan
    dihasilkan. Yakni antara 2.500 watt untuk hingga ribuan megawatt dengan
    biaya sekitar Rp 15 juta hingga ratusan juta rupiah bergantung pada
    tipe masing-masing.
    "Kalau tipe yang menghasilkan 2.500 watt
    seperti yang sudah saya coba itu hanya Rp15 juta. Tapi kalo hingga tipe
    yang ribuan megawatt tentunya kisaran ratusan juta," terangnya.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 5:15 am