Budaya Penelitian Belum Kental

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Budaya Penelitian Belum Kental

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:55 am

    JAKARTA, RABU — Budaya riset belum kental di
    perguruan tinggi. Para dosen dan peneliti di perguruan tinggi justru
    lebih tertarik mengajar. Perguruan tinggi perlu mengelola lembaga riset
    mereka lebih baik dan memberikan kesejahteraan memadai bagi para
    peneliti.

    Hal itu yang antara lain terungkap dalam diskusi panel
    bertajuk ”Penelitian Sosial Berbasis Universitas; Relevansi dan
    Tantangan Masa Kini” yang diselenggarakan Pusat Kajian Pembangunan
    Masyarakat Universitas Katolik Atma Jaya, Selasa (3/2).

    Prof
    Dadan Umar Daihani dari Lembaga Riset Universitas Trisakti mengatakan,
    salah satu persoalan besar penelitian di perguruan tinggi ialah belum
    tumbuhnya budaya penelitian. ”Pemberian penghargaan terhadap kerja
    penelitian yang masih minim menjadi salah satu penyebab klasik,”
    ujarnya.

    Oleh karena itu, penelitian tidak hanya persoalan
    ketersediaan dana, tetapi juga membutuhkan manajemen dan pengelolaan
    yang tepat. Untuk pengelolaan sumber daya, peneliti antara lain dapat
    dengan mengupayakan pemberian insentif terhadap kegiatan terkait
    penelitian sekecil apa pun, mulai dari menulis opini di koran, jurnal
    lokal, sampai jurnal ilmiah internasional.

    ”Sudah diberikan pun
    masih susah memberikan semangat kepada para peneliti. Mereka masih
    lebih senang mengajar di sana-sini karena secara finansial cepat dan
    menguntungkan,” ujarnya.

    Padahal, Indonesia merupakan gudang ide
    untuk penelitian sosial dengan keragaman masyarakat dan
    permasalahan-permasalahan sosial yang ada.

    Menjadi unit usaha

    Di
    sejumlah perguruan tinggi, pusat penelitian diarahkan menjadi unit
    usaha. Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Katolik
    Atma Jaya Lamtiur H Tampubolon mengatakan, kelemahan menjadikan lembaga
    riset sebagai unit usaha ialah adanya beban agar tidak defisit. Dengan
    semakin banyaknya lembaga riset swasta, lembaga riset kampus juga harus
    bersaing dalam mendapatkan proyek penelitian. Peneliti juga kemudian
    direpotkan dengan mencari proyek-proyek penelitian. Padahal, mereka
    juga mempunyai beban mengajar.

    Di Universitas Indonesia, Lembaga
    Demografi Fakultas Ekonomi juga telah menjadi lembaga swadana yang
    membiayai seluruh kegiatannya melalui kerja sama dengan berbagai pihak,
    baik pemerintah maupun swasta dalam dan luar negeri. Untuk memacu
    motivasi telah diterapkan sistem merit dalam pemberian balas jasa. (INE)

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 5:14 am