Tengkorak Demang Lehman Akan Dijemput di Museum Laiden

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Tengkorak Demang Lehman Akan Dijemput di Museum Laiden

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:57 am

    BANJARMASIN, RABU Wakil Gubernur Kalimantan
    Selatan (Kalsel) Rosehan NB berjanji segera "menjemput" tengkorak
    Demang Lehman yang kini tersimpan di Museum Leiden di Belanda.
    Keinginan untuk mengambil tengkorak seorang panglima perang dalam
    Perang Banjar itu disampaikan Wagub di Aula Abdi Persada Pemprov
    Kalsel, Rabu (4/2).
    Menurut Wagub beberapa waktu lalu, dia
    menerima kabar dari salah seorang arkeolog asal Yogyakarta, yang
    mengatakan bahwa kepala Demang Lehman masih tersimpan di salah satu
    museum di Belanda. Saat itu, arkeolog tersebut meminta kepada pejabat
    museum setempat untuk mengambil tengkorak itu untuk dibawa pulang ke
    Indonesia sebagai bukti peninggalan sejarah, tetapi ditolak karena
    pihak museum hanya mau menyerahkan tengkorak tersebut jika diambil
    langsung oleh pejabat publik daerah asal Demang Lehman.
    "Mungkin
    ketentuan tersebut dimaksudkan agar ada pertanggungjawaban yang jelas
    sehingga tidak sampai hilang atau dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak
    semestinya," katanya.
    Untuk itu, kata Wagub, pihaknya akan segera
    menelusuri sejarah dan kebenaran tentang keberadaan tengkorak kepala
    pejuang yang menjadi kebanggaan warga Kalsel. Selain menelusuri
    keberadaan tengkorak tersebut, Wagub juga berjanji segera melakukan
    penelusuran terhadap situs-situs sejarah, untuk mengetahui di mana
    Demang Lehman dimakamkan. Hingga kini tidak ada masyarakat yang
    mengetahui makam pejuang yang dikenal sangat sakti dan tabah pada
    masanya itu.
    Menurut Wagub, berdasarkan sejarah, Kiai Demang
    Lehman adalah salah seorang panglima perang dalam Perang Banjar. Gelar
    Kiai Demang merupakan gelar untuk pejabat yang memegang sebuah lalawangan
    (distrik) di Kesultanan Banjar. Demang Lehman semula merupakan seorang
    panakawan (asisten) dari Pangeran Hidayatullah sejak tahun 1857. Demang
    Lehman lahir di Martapura pada tahun sekitar 1837, mula-mula bernama
    Idis.
    Oleh karena kesetiaan dan kecakapannya dan besarnya jasa
    sebagai panakawan dari Pangeran Hidayatullah, dia diangkat menjadi Kiai
    sebagai Kepala Distrik Riam Kana. Pada masa perjuangan melawan Belanda,
    Demang Lehman dikenal sebagai pejuang yang tidak kenal kompromi hingga
    akhirnya dia ditangkap di daerah Gunung Pangkal Batulicin, Tanah Bumbu,
    kemudian diangkut ke Martapura.
    Pemerintah Belanda menetapkan
    hukuman gantung sampai mati di Martapura, sebagai pelaksanaan keputusan
    Pengadilan Militer Belanda tanggal 27 Februari 1862. Setelah selesai
    digantung dan mati, kepala Demang Lehman dipotong oleh Belanda dan
    dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Kepala
    Demang Lehman dikabarkan disimpan di Museum Leiden di Negeri Belanda
    sehingga mayatnya dimakamkan tanpa kepala.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 7:21 am