Tengkorak Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Bali

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Tengkorak Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Bali

    Post by  on Thu Feb 05, 2009 12:57 am

    DENPASAR, RABU Tim Balai Arkeologi Denpasar
    kembali menemukan sarkofagus keempat dan tengkorak manusia serta tulang
    binatang saat melakukan evakuasi di Subak Abang, Desa Keramas,
    Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Tengkorak manusia yang
    disimpan dalam peti batu tersebut diperkirakan berusia 2.500-3.000 tahun
    Peti
    tersebut berdampingan dengan lokasi temuan sarkofagus pertama yang
    telah dievakuasi. Ukuran panjangnya 92 sentimeter dan tinggi 47
    sentimeter, sedangkan bagian lebarnya sebagian masih tertanam pada
    kedalaman 1,5-2 meter dari permukaan tanah.
    Tim Balai Arkeologi
    Denpasar bersama Tim Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), yang
    melakukan penggalian dan evakuasi atas sarkofagus temuan kedua, pada
    Selasa (3/2), menemukan sarkofagus ketiga. Saat penggalian dan evakuasi
    temuan sarkofagus ketiga, Rabu (4/2) siang, ditemukan sarkofagus
    keempat.
    Kepala Penelitian Balai Arkeologi Denpasar, Ayu
    Kusumawati, memperkirakan, lokasi penemuan sarkofagus merupakan kawasan
    pemakaman atau kuburan zaman paleomegalit atau periode awal zaman batu
    atau kisaran 3.000 tahun lalu hingga sekitar abad pertama Masehi.
    "Permukaan
    sarkofagusnya sudah rapih dan halus sehingga kemungkinan saat itu
    pembuatannya sudah menggunakan peralatan dari logam seperti besi,
    perunggu, dan sedikit emas. Perkiraan kami sulit kalau pembuatannya
    hanya menggunakan batu," katanya.
    Berdasarkan ukuran sarkofagus
    yang relatif kecil dan bentuk kerangka jenazah di dalamnya, pemakaman
    di dalam sarkofagus diperkirakan dilakukan dalam posisi jongkok atau
    menyerupai bentuk bayi di dalam kandungan.
    Adapun temuan
    kerangka manusia berupa tengkorak kepala, tulang-tulang, dan gigi dalam
    pemakaman terbuka atau tanpa sarkofagus, di lokasi yang sama, menurut
    Ayu, juga semakin menguatkan pendapat bahwa pada zaman itu orang dengan
    status sosial tinggi yang dimakamkan di dalam sarkofagus.
    Pemakaman
    menggunakan sarkofagus diperkirakan juga merupakan penguburan sekunder
    atau yang kedua. Pemakaman pertama secara terbuka, kemudian setelah
    memiliki sarkofagus, kuburannya digali dan mayat atau kerangka jenazah
    dimasukkan ke dalam sarkofagus untuk dikuburkan kembali.
    Mengenai
    temuan kerangka binatang yang diperkirakan dari jenis lembu atau sapi,
    Ayu berpendapat bahwa peradaban masyarakat pada awal zaman batu itu
    sudah memperlakukan secara khusus jenis satwa tersebut. "Namun kami
    masih perlu mengkaji dan meneliti lebih lanjut," ucapnya.
    Di
    dalam sarkofagus temuan kedua berukuran 60 x 35 x 60 sentimeter sudah
    tidak terdapat tulang atau tengkorak, tetapi telah berbentuk gundukan
    tanah yang hampir menyerupai bentuk bayi dalam kandungan. "Ini
    kemungkinan makam anak-anak sehingga tulang dan tengkoraknya lebih
    cepat menjadi tanah," kata Ayu.
    Adapun di dalam sarkofagus temuan
    ketiga, berukuran 90 x 45 x 60 sentimeter, masih terdapat tengkorak
    kepala, kerangka tulang, hingga bagian gigi, yang juga menggambarkan
    cara pemakaman menyerupai bentuk bayi dalam kandungan.
    Dengan
    temuan sarkofagus keempat itu, sejak dilakukan penelitian atas temuan
    sarkofagus pertama tahun 1978, di seluruh Bali telah ditemukan 128
    sarkofagus dari 12 lokasi/desa. Terbanyak dari Kabupaten Gianyar,
    termasuk Desa Keramas, mencapai 35 sarkofagus.

      Current date/time is Tue Dec 06, 2016 9:52 am