Harga Mati, Sultan Harus Capres!

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Harga Mati, Sultan Harus Capres!

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 5:56 pm

    JAKARTA, JUMAT Merti Nusantara yang mengaku
    secara sukarela didirikan untuk mendukung deklarasi Sultan Hamengku
    Buwono X sebagai calon presiden pada Pemilu 2009 pastinya tidak
    main-main. Maju sebagai capres adalah harga mati dukungan dari Merti
    bagi Sultan.
    Lantas, bagaimana jika Sultan menerima pinangan
    partai lain, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang
    sedang getol-getolnya mendekati Sultan untuk menjadi pasangan Megawati
    Soekarnoputri sebagai cawapres?
    "Jika Sultan akhirnya menerima
    tawaran partai lain sebagai cawapres, tentu sesuai aturan, Sultan harus
    mengembalikan mandat itu kepada rakyat dan Merti tidak akan mendukung
    lagi," ujar Wasekjen Merti Nusantara Bondan Nusantara seusai peresmian
    Kantor Pusat Merti Nusantara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat
    (6/2). "Merti kan dibentuk karena deklarasi Sultan," ujar Bondan.
    Hal
    serupa juga ditegaskan oleh juru bicara Merti Nusantara, Willy Adithya.
    Menurut Willy, kehadiran Merti untuk mendukung majunya Sultan harus
    digarisbawahi. Jika Sultan menjadi cawapres, tentu kondisinya akan
    berbeda. "Silakan saja, tapi kita tetap mendukung Sultan sebagai
    capres. Ya, apabila tidak, Sultan harus mengembalikan mandatnya kepada
    rakyat dan Merti akan menarik dukungannya," ujar Willy.
    Merti
    Nusantara dibentuk bersamaan dengan deklarasi Sultan sebagai capres
    dalam Pisowanan Ageng di Jogja, Oktober 2008. Menurut Bondan, Merti
    Nusantara dibentuk untuk memfasilitasi para pendukung Sultan dari Jogja
    dan luar Jogja.
    Saat ini kepengurusan telah dibentuk di 33
    provinsi dan 370 kabupaten di seluruh Indonesia. Melalui struktur
    kepengurusan Merti saja, Willy berharap sekitar 1 juta dukungan bisa
    diperoleh. Untuk menggembungkan jumlah dukungan, Merti Nusantara akan
    melakukan pembekalan terhadap sejumlah anggota dan para pendukung yang
    berada di Sumatera dan daerah timur Indonesia pada Februari.
    Meski
    diprediksikan sebagai figur lokal, Sultan tak akan sukses, Willy
    mengatakan pada kenyataannya dukungan masyarakat luar Jawa sangat
    besar, baik dari dukungan masyarakat adat nusantara maupun masyarakat
    biasa. "Sultan kan sering disebut sebagai figur lokal, tapi survei
    terakhir menunjukkan Sultan sudah mencapai 11 persen. Bisa bersaing
    dengan Mega dan SBY. Ini membuktikan bahwa Sultan bukan hanya sebagai
    figur lokal," tutur Willy.

      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 2:52 pm