Kapolda Kesulitan Hadirkan Saksi Kasus "Illegal Mining"

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Kapolda Kesulitan Hadirkan Saksi Kasus "Illegal Mining"

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 5:59 pm

    BENGKULU, JUMAT Jajaran Polda Bengkulu sulit melanjutkan proses hukum kasus dugaan illegal mining yang melibatkan dua perusahaan pertambangan setempat karena belum ada saksi ahli.

    "Kami
    sudah lama mengusulkan untuk menghadirkan saksi ahli dari Dephut, tapi
    sampai sekarang belum ada realisasinya," kata Kapolda Bengkulu Brigjen
    Pol Sukirno, Jumat (6/2).

    Akibatnya, dua perusahaan itu tidak
    bisa beroperasi sehingga kerugian perusahaan maupun daerah makin banyak
    termasuk ratusan karyawannya menjadi pengangguran.

    Polisi
    menghentikan kegiatan dua perusahaan pertambangan, PT BS dan DMH,
    sekitar Oktober 2008 karena diduga menambang dalam kawasan hutan
    lindung tanpa izin (illegal mining).

    Menurut dia,
    seharusnya yang bersikap proaktif untuk menyelesaikan permasalahan itu
    adalah instansi terkait, yaitu Dinas Kehutanan bukan kepolisian. Polisi
    hanya menyidik kesalahan prosedur, tetapi untuk menyelesaikan
    penyidikan itu harus ada keterangan dari saksi ahli dari kehutanan,
    katanya.

    Dia mengaku sudah beberapa kali mengirim surat kepada
    Departemen Kehutanan agar dihadirkan saksi ahli, minimal mantan Menteri
    Kehutanan yang membuat aturan yang dilaksanakan oleh dua perusahaan
    tersebut.

    Bila saksi ahli itu menyatakan sah dan legal, pihak
    kepolisian akan bertindak sesuai prosedur, tegasnya. "Saya sudah
    mengirim surat ke Departemen Kehutanan untuk meminta salah satu mantan
    Menteri Kehutanan menjadi saksi ahli, namun sampai sekarang belum ada
    jawaban," ujar Kapolda.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 7:29 pm