Pengusaha Rotan Optimis Pasar 2009 Lebih Baik

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Pengusaha Rotan Optimis Pasar 2009 Lebih Baik

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 6:20 pm

    CIREBON, JUMAT - Pengusaha mebel rotan di Cirebon
    optimis permintaan pasar pada semester pertama 2009 akan jauh lebih
    baik dari semester dua tahun 2008. Sebab, pada bulan Januari, ekspor
    rotan sekitar 2.500-3.000 kontainer, atau 80 persen dari rata-rata
    ekspor sebelum krisis.
    Ketua Masyarakat Rotan Cirebon, Badrudin
    mengatakan, Jumat (6/2), ekspor mebel rotan selama bulan Januari 2009
    mencapai 2.900 kontainer. Diprediksi, melihat permintaan pasar Eropa
    yang cenderung stabil, permintaan Amerika Serikat yang mulai bergairah
    kembali, dan dari Afrika dan Timur Tengah yang menjanjikan, pada
    Februari 2009, ekspor mebel rotan Cirebon akan sama, sekitar
    2.500-3.000 kontainer. Melihat membaiknya ekspor pada Januari, industri
    rotan yakin kondisi itu akan berlanjut terus sampai akhir semester
    pertama 2009.
    "Makanya, saya yakin, ekspor rotan Cirebon jauh
    lebih baik dari pada kondisi semester kedua 2008. Selama lima bulan
    lalu, industri rotan Cirebon sempat terimbas krisis global," ujar
    Badrudin.
    Sebelum krisis global, jumlah ekspor rotan Cirebon
    sekitar 3.000-4.000 kontainer per bulan. Namun, saat krisis global,
    permintaan pasar turun sampai 50 persen, terlebih dari Amerika Serikat,
    termasuk dari Eropa. Lesunya daya beli konsumen di luar negeri
    menyebabkan stok mebel rotan di gudang importir menumpuk, sehingga
    pesanan ke pabrik di Cirebon ditahan sementara, atau berkurang.
    Mulai
    awal tahun, permintaan mebel rotan dari Amerika Serikat, kata Badrudin,
    tercatat ada 300 kontainer. Sementara permintaan dari Timur Tengah dan
    Afrika juga terus meningkat. Terlebih setelah mebel rotan Cirebon ikut
    beberapa kali pameran di Dubai. Membaiknya kembali permintaan rotan
    dari importir disambut gembira pemilik pabrik dan perajin pengesub yang
    menerima orderan dari pabrik mebel rotan.
    Namun, kata A Sholihin,
    pemilik pabrik Latansa Rattan, belum semua pabrik ordernya naik. Sebab,
    permintaan importir juga masih sedikit dan bertahap, pascakrisis
    finansial yang melanda seluruh dunia. Pengiriman barang ke luar negeri
    pada bulan Januari-Februari merupakan order pada bulan November dan
    Desember, yang terlambat dikirim. Apabila dilihat dari kondisi
    2007-2008, kecenderungan ekspor rotan Cirebon malah menurun.
    "Permintaan dari Eropa masih tetap jalan, tapi permintaannya tidak
    sekaligus banyak. Itu karena mereka juga baru pulih dari krisis," kata
    Sholihin.
    Meski belum yakin permintaan ekspor 2009 lebih baik
    dari 2008, Solihin juga optimis industri mebel rotan Cirebon mampu
    bertahan. Namun, jika tidak ada dukungan pemerintah, khususnya
    Departemen Perindustrian, maka industri mebel rotan Cirebon akan banyak
    yang terpuruk. Imbasnya, pabrik mengurangi produksi, banyak pengesub
    tidak menerima order, dan ribuan pekerja atau buruh pabrik yang tidak
    bekerja.
    "Kalau industri tekstil mendapatkan insentif dalam
    kondisi krisis, seharusnya industri rotan juga ada insentifnya dong.
    Karena, industri rotan juga menyumbang negara dari ekspornya. Tidak
    perlu macam-macam, industri rotan hanya butuh insentif pajak saja,"
    tambah Solihin.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 3:09 pm