Senat AS Melunak

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Senat AS Melunak

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 6:38 pm

    WASHINGTON, RABU - Senat AS melakukan pemungutan
    suara, Rabu (5/2). Mereka melunak mengenai klausul ”Beli Produk
    Amerika” setelah Presiden Barack Obama mengungkapkan kekhawatirannya
    bahwa klausul itu dapat memicu perang dagang.
    Klausul program
    ”Beli Produk Amerika” mencuat setelah pemerintahan AS menginginkan
    ekonomi AS bangkit lewat peningkatan pengeluaran pemerintah.
    Sebelumnya, Senat AS meminta agar uang Pemerintah AS yang dipakai
    menggerakkan ekonomi itu digunakan untuk membeli produk buatan AS.
    Klausul
    itu diprotes banyak negara. Para senator kemudian sepakat mengamandemen
    klausul ”Beli Produk Amerika”. Di dalam klausul itu kemudian
    disebutkan, pelaksanaan stimulus harus berlaku konsisten dan tunduk
    pada persetujuan internasional”.
    Perubahan itu memberi kelegaan
    bagi Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa serta mitra dagang AS lainnya.
    Mereka akan dikecualikan dari persyaratan ketat soal penggunaan dana
    talangan, yang pada umumnya dipakai untuk mengembangkan infrastruktur.
    Sebelumnya disebutkan bahwa dalam pelaksanaan proyek infrastruktur itu,
    anggaran proyek harus dipakai untuk membeli baja, besi, dan produk lain
    dari Amerika. Dengan amandemen itu, produk Kanada, Meksiko, UE akan
    dimasukkan sebagai barang yang boleh dibeli.
    Senator Arizona John
    McCain mendesak Senat bertindak lebih jauh dan menghapus klausul ”Beli
    Produk Amerika” dari paket stimulus. ”Klausul ’Beli Produk Amerika’
    merupakan ulangan dari undang-undang tarif Smoot- Hawley. Hal itu
    memberi pesan kepada dunia bahwa AS kembali ke proteksionisme,” kata
    McCain mengacu pada undang-undang yang dibuat tahun 1930 ketika terjadi
    Depresi Besar.
    Komite Darurat untuk Perdagangan Amerika, sebuah
    organisasi yang beranggotakan perusahaan di AS dan koalisi dari 125
    asosiasi bisnis dan perdagangan, menyatakan, wacana ”Beli Produk
    Amerika” dapat memicu negara lain melakukan hal serupa. Mereka mendesak
    para senator menghapuskannya.
    Senator Byron Dorgan dari Dakota
    Utara mengatakan, semua pendukung ”Beli Produk Amerika” berusaha
    meyakinkan bahwa para pekerja AS akan diuntungkan dari proyek yang
    didanai dari paket stimulus.
    AS telah membuat komitmen lewat
    Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan Organisasi
    Perdagangan Dunia (WTO). NAFTA dan WTO memberi mitra dagang AS, seperti
    Kanada, Meksiko, Jepang, dan Uni Eropa, akses terhadap proyek
    pemerintah. Akan tetapi, negara seperti China, Rusia, India, dan Brasil
    tidak memiliki perjanjian serupa itu dengan AS sehingga tidak mendapat
    perlindungan dari klausul tersebut.
    Jepang menyampaikan
    keprihatinan mengenai wacana proteksionisme tersebut. ”Tanggung jawab
    dibagi antara dua negara, yang merupakan kekuatan ekonomi nomor satu
    (AS) dan nomor dua (Jepang) di dunia, yaitu bersama-sama menghalangi
    proteksionisme,” ujar Sekretaris Kabinet Takeo Kawamura dalam jumpa
    pers di Tokyo.
    Keringanan pajakSenat AS
    juga sepakat memberi penangguhan pajak hingga 15.000 dollar AS untuk
    pembeli rumah dalam rangka membangkitkan kembali industri perumahan.
    Hal itu merupakan kemenangan bagi kubu Republik yang ingin meninggalkan
    rekam jejak mereka dalam paket stimulus.
    Obama juga akan mengatur
    kompensasi tahunan untuk para eksekutif dari perusahaan penerima
    talangan. Kompensasi itu maksimal hanya 500.000 dollar AS.
    Pembatasan
    ini merupakan bagian dari upaya penurunan kompensasi eksekutif
    perusahaan keuangan. Aturan baru itu akan membuat perbankan dan
    perusahaan lain lebih ketat memberi kompensasi kepada para
    eksekutifnya.

      Current date/time is Sun Dec 11, 2016 6:51 pm