Serangan Bom di Luar Masjid Pakistan, 30 Orang Tewas

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Serangan Bom di Luar Masjid Pakistan, 30 Orang Tewas

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 6:59 pm

    MULTAN,JUMAT-Sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan
    lain cedera dalam serangan yang diduga bom bunuh diri di luar sebuah
    masjid Syiah di Pakistan tengah, Kamis (5/2).

    Polisi mengatakan,
    pemboman itu ditujukan pada puluhan orang yang berkumpul di masjid
    Al-Hussainia pada saat malam tiba di kota Dera Ghazi Khan, di provinsi
    Punjab, Pakistan tengah, sebelum mereka mengadakan pertemuan keagamaan.

    "Jumlah
    orang yang tewas kini mencapai 30," kata seorang pejabat tinggi
    keamanan kepada AFP. "Semakin jelas bahwa itu serangan bunuh diri."

    Serangan
    itu merupakan pemboman paling mematikan di Pakistan sejak serangan bom
    bunuh diri ditujukan pada pertemuan para ketua suku anti-Taliban di
    daerah perbatasan baratlaut dekat Afganistan pada 10 Oktober. Saat itu,
    sedikitnya 40 orang tewas.

    Gelombang serangan militan di
    Pakistan, di mana kelompok garis keras menyalahkan keputusan pemerintah
    bergabung dalam "perang melawan teror" yang dipimpin AS setelah
    serangan-serangan 11 September 2001, menewaskan lebih dari 1.500 orang
    dalam waktu 19 bulan.

    Meski belum ada pihak yang mengklaim
    bertanggung jawab atas serangan Kamis itu, polisi segera menuduh
    kelompok sektarian bertanggung jawab setelah kekerasan-kekerasan serupa
    di Pakistan, sebuah negara yang berpenduduk mayoritas Sunni.

    Orang
    Syiah mencapai sekitar 20 persen dari penduduk Pakistan yang berjumlah
    160 juta jiwa yang mayoritas orang Sunni. Kelompok-kelompok masyarakat
    itu umumnya hidup berdampingan secara damai, namun kekerasan sektarian
    telah menewaskan lebih dari 4.000 orang sejak akhir 1980-an.

    Militan
    Taliban dan Al Qaeda yang berpangkalan di kawasan suku Pakistan juga
    dituduh bertanggung jawab atas serangan-serangan di daerah-daerah
    baratlaut yang berbatasan dengan Afganistan.

    Kawasan suku
    Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan
    gerilyawan Al Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi
    pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di
    Afganistan.

    Pemimpin Al Qaeda di Pakistan dan deputinya tewas
    pada 1 Januari dalam serangan udara yang diduga dilakukan pesawat tak
    berawak AS di Waziristan Selatan.

    Para pejabat yakin bahwa Usama
    al-Kini, yang disebut-sebut sebagai pemimpin operasi Al Qaeda di
    Pakistan, mendalangi serangan bom truk terhadap Hotel Marriott di
    Islamabad pada September lalu, dan memiliki hubungan dengan
    serangan-serangan bom pada 1998 terhadap Kedutaan Besar AS di Afrika.

    Pasukan
    Amerika menyatakan, daerah perbatasan Pakistan digunakan kelompok
    militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali
    kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afganistan.

    Pakistan
    mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok
    militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya
    serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap pasukan
    internasional di Afganistan.

    Pakistan menempatkan sekitar
    120.000 prajurit di sepanjang perbatasan itu dan menekankan bahwa
    tanggung jawab menghentikan penyusupan juga bergantung pada pasukan
    keamanan yang berada di Afganistan.

    Pakistan juga menegaskan bahwa setiap tindakan terhadap militan di dalam wilayah Pakistan akan dilakukan oleh pasukan Pakistan.

    Hubungan
    antara AS dan Pakistan, dua sekutu utama dalam perang melawan
    terorisme, tegang akibat peningkatan serangan udara AS akhir-akhir ini
    dan serangan darat di kawasan suku tersebut.

    Menurut militer
    Pakistan, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan
    ofensif di Bajaur pada awal Agustus, termasuk komandan operasional Al
    Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.

    Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Ayman al-Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.

    Terdapat
    sekitar 70.000 pengungsi Afganistan di Bajaur, yang tinggal di sana
    sejak akhir 1970-an setelah mereka melarikan diri dari invasi Uni
    Soviet ke Afganistan.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 9:25 pm