Obama Serang Republik Berargumen Palsu dan Licik

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Obama Serang Republik Berargumen Palsu dan Licik

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 7:01 pm

    WASHINGTON, JUMAT Presiden Barack Obama
    melancarkan serangan tajam bergaya kampanye terhadap Partai Republik
    dan eks-pemerintahan George W Bush, Kamis (5/2) waktu AS.

    Itu dalam upaya meloloskan paket stimulusnya yang bernilai 900 miliar dollar AS, melalui Kongres.

    Di
    tengah debat yang terus memanas di Senat, Presiden menolak bantahan
    Republik yang mengatakan paket stimulus ekonominya itu terlalu besar
    dan mengandung disinsentif pajak yang tidak layak, dalam upaya mengubah
    kemenangan politiknya pada pemilu lalu menjadi sebuah dominasi politik.

    Obama
    melakukan debut pertamanya sebagai Presiden AS yang mengeluarkan
    pernyataan dari pesawat kepresidenan Air Force One, dengan mengumpulkan
    semua anggota DPR dari Demokrat di Virginia guna menyampaikan pidato
    paling agresif dan partisan sejak dia mulai berkuasa bulan lalu.

    Lewat
    serangan yang berapi-api terhadap Republik, Obama menyatakan bahwa
    warga AS tidak memilih untuk mendukung teori-teori (ekonomi) yang salah
    di masa lalu dan mereka juga tidak memilih argumen-argumen palsu dan
    licik.

    "Rakyat tidak memilih status quo, mereka
    mengirimkan kami ke sini (Gedung Putih) untuk membawa perubahan. Kami
    berutang pada rakyat untuk menyampaikan (aspirasi) mereka," serang
    Obama dari sebuah resor di Williamsburg, Virginia.

    "Saat ini adalah masa bagi kepemimpinan untuk menjawab ujian terbesar dalam sejarah kita."

    Presiden
    juga menolak argumentasi Republik yang menyatakan paket stimulus
    besar-besaran mesti ditolak karena akan memperbesar defisit APBN yang
    sekarang sudah mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS (Rp 11.000
    triliun).

    "Saya melihat defisit ini karena saya menunjukkannya.
    Saya mendapatkan utang negara yang berlipat-lipat itu dalam satu simpul
    besar yang menantikan saya (untuk menanganinya) begitu saya melangkah
    memasuki Ruang Oval," kata Obama dalam serangan verbal yang telak
    terhadap pemerintahan mantan Presiden George W Bush.

    Sebelumnya,
    Presiden menyatakan kepada para anggota legislatif bahwa waktu
    berdiskusi sudah habis di tengah gambaran muramnya angka pengangguran
    yang dirilis, Kamis, dan diperkirakan semakin muram, Jumat, yang
    menunjukkan begitu parahnya krisis ekonomi terburuk sejak 1930-an.

    "Angka-angka
    yang sedang kita saksikan ini mengirimkan satu pesan yang tak bisa
    diragukan, dan begitu pula rakyat Amerika melihatnya," kata Obama
    bertepatan dengan upaya para senator mendapatkan rincian rancangan
    undang-undang dari pemerintah yang berisi disinsentif pajak dan belanja
    infrastruktur, dalam sebuah debat yang berubah menjadi tidak sehat.

    "Waktu
    berbicara sudah habis, sekaranglah waktu untuk bertindak karena kita
    tahu jika kita tidak bertindak maka situasi buruk akan secara dramatis
    menjadi lebih buruk," kata Obama.

    Begitu Senat menetapkan
    suaranya, kedua majelis dalam Kongres harus menyepakatinya dan
    mendukung satu paket bersama, sebelum dikirimkan ke meja presiden untuk
    ditandatangani menjadi undang-undang.

    RUU ini disampaikan ke DPR
    minggu lalu, tetapi tanpa satu pun suara Republik sehingga meninggalkan
    lubang besar bagi rencana Obama membuat UU yang bipartisan setelah
    partai beroposisi ini mengeluh bahwa mereka telah dicegah mengikuti
    proses legislasi itu.

    Gambaran rilisan pemerintahan baru
    menunjukkan angka pengangguran di AS melonjak hingga ke tingkat
    tertinggi sejak Oktober 1982 yang ditandai dengan lebih banyaknya
    antrean pekerja dibanding masa mana pun sejak data ekonomi mengenai
    angkatan kerja itu dipublikasikan pada 1967.

    Senator Illinois
    Richard Durbin, sekutu utama Presiden Obama, menyalahkan Republik
    karena 'kekasaran' yang ditimbulkannya seputar RUU itu di Capitol Hill,
    tetapi menyatakan tidak mencemaskan kemunduran di awal masa ini.

    "Tidak
    ada yang bilang itu bakal mudah. Seperti telah disampaikan Presiden,
    kebiasaan buruk itu sulit dihilangkan dan kami akan mengubah
    lingkungan, iklim dan perilaku di kota ini (Kongres). Kami harus sabar
    dan melalui beberapa masa sulit, " katanya kepada wartawan.(ANT/AP/ONO)


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread AS Jangan Pakai Paradigma Lama

    Post by  on Fri Feb 06, 2009 7:02 pm

    JAKARTA, JUMAT Ketua Umum Pimpinan Pusat
    Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin yang hadir sebagai salah satu tamu
    pada International Prayer Breakfast bersama Presiden Amerika Serikat
    Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden di Washington DC mengatakan,
    Amerika tidak bisa lagi memakai paradigma lama untuk bergaul di dunia.
    "Walau kita skeptis terhadap realisasi janji yang diucapkan
    Obama, tapi dengan diucapkan berkali-kali kita boleh sedikit optimis
    bahwa dia berbeda dengan pendahulunya, Bush," ujar Din dalam siaran
    persnya yang diterima Kompas, Jumat (6/2).
    Acara
    tahunan rutin ini dihadiri 1.000-an tokoh AS dari berbagai kalangan dan
    sejumlah tokoh dunia, baik pemerintahan, agama, politisi, dan
    cendekiawan. Dari Indonesia, selain Din Syamsuddin, hadir juga Wapres
    Jusuf Kalla.
    Pada acara tersebut, sambil makan pagi bersama dan
    berdoa bagi perdamaian dunia, juga diisi sambutan oleh mantan PM
    Inggris Tony Blair dan Presiden Obama sendiri. Keduanya menekankan
    pentingnya upaya bersama mewujudkan perdamaian dunia dan pentingnya
    peran agama-agama. Baik Obama maupun Blair mengutip ayat-ayat Taurat,
    Injil, dan Al Quran tentang kasih sayang.
    Din menilai pernyataan
    Presiden Obama cukup menggembirakan. Ia berharap AS mengubah
    pendekatannya terhadap dunia luar yaitu dengan meninggalkan standar
    ganda dan penggunaan hard power dalam menyelesaikan masalah dunia.
    "Inilah
    momentum bagi AS untuk mengubah diri dalam memandang dunia lain. Kalau
    AS masih menggunakan paradigma lama ia akan diabaikan oleh
    negara-negara lain, tapi kalau berubah maka AS akan dapat menjadi motor
    perubahan dunia," katanya.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 7:29 pm