Terbongkar, Sindikat Pemeras Pekerja Indonesia di Taiwan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Terbongkar, Sindikat Pemeras Pekerja Indonesia di Taiwan

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:32 pm

    JAKARTA, MINGGU - Biro Investigasi Kriminal
    (Criminal Investigation Bureau, CIB) Taiwan telah menangkap basah 300
    orang yang dijadikan tersangka karena tersangkut dengan agensi pemasok
    tenaga kerja yang telah mengeksploitasi pekerja Indonesia di Taiwan.
    "Terbongkarnya
    kasus ini diharapkan bisa mengurangi sanksi hukum yang diterapkan
    otoritas keimigrasian Taiwan terhadap para pekerja Indonesia yang saat
    ini ditahan di pusat-pusat penahanan keimigrasian di Taiwan," kata
    Koordinator Biro Informasi Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Retno Dewi
    di Jakarta, Minggu (8/2).
    Sebagaimana diberitakan The China Post
    edisi 6 Februari 2009, tersangka utama yang berhasil diciduk kepolisian
    Taiwan bernama Lin, yang ditangkap bersama 311 lainnya sebagai hasil
    dari penyelidikan selama setahun yang dilakukan CIB. Lin diketahui
    sebagai pemilik agensi penempatan tenaga kerja yang memiliki 14 cabang
    di seluruh Taiwan.
    Modus kejahatan yang dilakukan agensi tersebut
    adalah dengan cara tidak memberikan upah secara penuh terhadap pekerja.
    Dalam penyelidikan diketahui bahwa pembayaran upah bulan pertama hanya
    sebesar 1800 NT.
    Pada bulan kedua sampai keenam, pekerja
    memperoleh upah sebesar 3500 NT. Pada bulan ketujuh hingga ke-18,
    pekerja memperoleh upah sebesar 5400 NT perbulan.
    Menurut
    keterangan dari Divisi Urusan Kriminal Internasional CIB, agensi
    pemasok tenaga kerja tersebut menarik pelanggannya dengan menawarkan
    upah yang sangat rendah bagi pekerja-pekerja yang direkrut dari
    Indonesia.
    Tidak hanya itu, para pekerja dari Indonesia di paksa
    menyerahkan uang sebesar 200.000 NT sebagai "biaya administrasi" untuk
    pengurusan dokumen. Bila menolak, para agensi tersebut mengancam akan
    memulangkan kembali para pekerja ke Indonesia dan mengancam akan
    menuntut keluarga asal para pekerja tersebut.
    Diperkirakan, sejak
    2005, agensi tersebut telah mempekerjakan sekitar 5.907 pekerja asing.
    Melalui operasi ilegal tersebut, polisi memperkirakan para agensi
    tersebut telah meraih keuntungan lebih dari 700 juta NT yang diperoleh
    dengan cara mengeksploitasi pekerja.
    Menurut Retno, terungkapnya
    sindikat pemeras pekerja migran Indonesia di Taiwan membuktikan bahwa
    kondisi kerja dan sistem pengupahan yang tidak adil yang menyebabkan
    banyak buruh migran Indonesia di Taiwan menjadi tidak berdokumen dan
    terjerat pasal pelanggaran ketentuan keimigrasian di Taiwan.
    Para
    pekerja tersebut umumnya menjadi tidak berdokumen karena melarikan diri
    dari tempat kerjanya untuk menghindari eksploitasi dan berbagai ancaman
    terhadap keselamatan diri akibat beban kerja yang ber lebih.
    Lebih
    lanjut, Retno juga mengemukakan bahwa terbongkarnya sindikat pemeras
    pekerja Indonesia di Taiwan semestinya dijadikan momentum bagi
    pemerintah Indonesia untuk segera memproses permohonan pengampunan
    hukuman dan pemulangan bagi pekerja-pekerja Indonesia yang ditahan di
    pusat-pusat penahanan imigrasi Taiwan.
    "Bahkan, pemerintah juga
    bisa menuntut rehabilitasi dan pengembalian seluruh potongan upah yang
    menjadi hak para pekerja," tegas Retno.


    Last edited by Admin on Mon Sep 06, 2010 3:18 am; edited 1 time in total (Reason for editing : change font color)

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 5:15 am