Jenazah Kepala Suku di Timika Disambut Isak Tangis

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Jenazah Kepala Suku di Timika Disambut Isak Tangis

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:34 pm

    TIMIKA, MINGGU Keluarga dan kerabat korban tak
    dapat menahan duka atas kematian tragis pemimpin adat Joker Japugau
    yang dianiaya orang tak dikenal di Jalan Bugenvil, Timika, Papua, Jumat
    malam kemarin. Di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), tempat jenazah
    sementara disemayamkan, Minggu (8/2) siang, para wanita keluarga korban
    tampak menepuk-nepuk peti mati sambil menangisi kepergian Joker.
    Para
    pria duduk-duduk di luar kamar jenazah sambil menyimpan kedukaan
    bercampur luapan emosi. Mereka tak terima kepala sukunya disakiti
    hingga meninggal. Kedukaan yang mendalam ini membuat kerabat korban
    tidak memperbolehkan wartawan mengambil gambar di tempat itu.
    Suasana
    di RSMM sempat tegang ketika aparat kepolisian berusaha mengangkut peti
    jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Baru Timika. Mereka
    berteriak-teriak tidak mau jenazah dipindahkan sebelum pelaku
    penganiayaan ditangkap.
    Pengamanan kondisi di RSMM dipimpin
    langsung Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Godhelp Mansnembra
    yang pagi tadi kembali langsung terbang dari Jayapura ke Timika. Ia
    bersama wakilnya, Komisaris Rontini, serta Kepala Polsek Mimika Baru
    Ajun Komisaris Jasim Hoda mempersiapkan pertemuan antara keluarga,
    polisi, dan beberapa orang yang telah diamankan aparat.
    Kabar
    terakhir, siang tadi, jenazah telah diantar ke rumah duka untuk
    dipersiapkan penguburan. Seperti diberitakan, Joker Japugau (58),
    Kepala Suku Besar Beoga di Mimika Papua, Jumat sekitar pukul 20.00,
    dianiaya. Ia tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat.
    Sabtu malam, suasana Timika tegang. Sekitar 20 kerabat korban menduduki
    tempat kejadian perkara sambil memanjatkan ritual dan membakar kayu.
    Isu
    pembakaran rumah dan toko di sekitar lokasi dan pemadaman listrik
    membuat semua warga kota Timika panik dan bersiaga di depan rumah. Dua
    truk polisi dan tentara garnizum dikerahkan untuk mengamankan situasi.
    Di
    RSMM juga disiagakan belasan personel polisi dengan senjata lengkap
    berjaga-jaga. Keluarga dan masyarakat sesuku korban masih belum
    bersepakat tempat persemayaman jenazah.
    Menurut informasi,
    pengeroyokan terjadi di Jalan Bugenvil, dekat Pasar Swadaya. Saat itu
    korban dalam keadaan mabuk melempar-lempar batu dan merusak peralatan
    bengkel setempat.
    Diduga, ada warga atau tukang ojek yang mangkal
    dekat daerah itu kesal melihat perbuatan korban kemudian menganiayanya.
    Dari hasil otopsi di RSMM, organ dalam korban, hati dan limpa, pecah
    akibat pemukulan/benturan. Korban sempat dilarikan polisi ke rumah
    sakit. Namun, Joker menghembuskan nafas terakhir saat akan dipasang
    selang oksigen.
    Fidelis Sunggunao, kerabat korban, menyesalkan
    penganiayaan ini. Ia menuntut polisi tuntas mengusut kasus yang
    menewaskan kepala suku tujuh wilayah ini. Ia mengatakan, pemakaman
    jenazah masih menunggu kedatangan masyarakat dari suku-suku kerabat
    Beoga di Tembagapura dan sekitarnya. Mereka memberi batas waktu hingga
    hari ini kepada aparat.
    Sejak kemarin pagi, toko emas, toko-toko
    kelontong, bengkel di lokasi kejadian memilih tutup. Kepala Polsek
    Mimika Baru Ajun Komisaris Jasim Hoda mengatakan, belum ada tersangka
    dalam kasus ini.
    Ia berjanji berusaha memenuhi tuntutan utama
    keluarga korban, yaitu menemukan pelaku penganiayaan. "Soal denda adat
    yang biasa diminta keluarga korban itu dibicarakan nanti," ujarnya.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 4:45 am