Pulang Lamaran, Wiyono Luka Parah di Jalan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Pulang Lamaran, Wiyono Luka Parah di Jalan

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:36 pm

    PASURUAN, MINGGU — Kecelakaan maut terjadi di Jl
    Raya Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, antara
    mobil Suzuki Carry bernopol W 2031 FA versus truk tangki pupuk cair
    bernopol N 7221 GC, Jumat (6/2) sekitar pukul 20.45. Akibatnya, dua
    penumpang Suzuki Carry tewas dan delapan penumpang lainnya serta sopir
    luka-luka.
    Dari keterangan saksi di tempat kejadian, peristiwa
    diduga akibat pengemudi truk tangki, yakni Imron Mahmudi, (33), warga
    Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Malang, tidak mampu
    mengendalikan kemudi kendaraannya yang melaju kencang.
    Saat itu,
    truk tangki yang dikemudikan Imron Rosadi beriringan dengan truk-truk
    tangki lainnya dari arah barat menuju timur. Imron berupaya mendahului
    truk tangki yang dikemudikan rekannya. Namun, dari arah sebaliknya
    meluncur mobil Carry dengan muatan sarat penumpang yang dikemudikan
    Wiyono (48), warga Dusun Genangtri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo,
    Kabupaten Pasuruan.
    Sopir tangki yang kaget melihat truk
    kesulitan mengendalikan kemudinya sehingga kecelakaan tidak dapat
    dihindarkan lagi. Hampir separuh bagian kanan dari depan hingga tengah
    mobil Carry yang sarat penumpang itu ringsek dihantam truk tangki.
    “Truk
    tangki itu beriringan sekitar empat truk dan melaju kencang seperti
    berlomba dari arah barat. Saat truk tangki itu menyalip truk satunya,
    dari depan muncul Carry. Truk yang menyalip mencoba mengurangi
    kecepatan, namun kecelakaan tidak terhindarkan,” terang Erry, saksi
    mata, Sabtu (7/2).
    Menurut warga, kecelakaan itu menimbulkan
    suara yang keras hingga warga di sekitar lokasi kaget. Begitu diketahui
    terjadi kecelakaan, warga langsung berupaya memberikan pertolongan.
    Akibat
    kecelakaan itu, seorang penumpang Carry, Tasminah (70), tewas di tempat
    kejadian dan seorang lainnya, Kasiyatun (54), meninggal dalam
    perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan delapan penumpang Carry lainnya,
    yakni Wiyono (48) Nurul Huda, (36) Mutmainah (30) Sarifah (30) Wiwin
    (5,) Choirul (25) dan Kaib, luka-luka dan hingga kini masih di rawat di
    RSUD dr Soedarsono dan RS Syaiful Anwar, Malang. “Bagian depan mobil
    Carry itu ringsek sehingga sulit mengeluarkan pengemudinya dan terpaksa
    dicungkil dengan linggis. Untuk korban yang meninggal saat itu berada
    di bangku tengah,” urai M Rokib, warga yang menolong korban.
    Rombongan
    Carry yang berisi satu keluarga itu hendak ke Sukorejo dari Dusun
    Besuk, Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, untuk
    melamar seorang perempuan yang akan dikawinkan dengan Wiyono, sopir
    Carry.
    Wiyono yang berstatus duda dan ingin kawin lagi itu
    diantarkan keluarga mendiang istrinya untuk melamar. Namun, nasib nahas
    justru menimpa keluarga itu. “Rombongan kami dari Besuk untuk melamar
    perempuan, namanya saya lupa, untuk dijodohkan dengan Wiyono. Karena
    takdir malah kecelakaan, anggota keluarga meninggal dan Wiyono terluka
    parah,” ucap Kaib, mertua Wiyono, dengan suara tertatih menahan sakit.
    Sementara,
    sopir truk tangki, Imron Mahmudi, luka-luka pada bagian muka dan kaki.
    Kepada wartawan, ia menyampaikan, saat itu Carry yang dikemudikan
    Wiyono meluncur dari arah timur dan berjalan oleng. “Carry itu juga
    melaju kencang dari arah timur dan jalannya oleng. Saya sudah berupaya
    mengendalikan kemudi. Namun, Carry itu oleng hingga tertabrak,” ujar
    Imron Mahmudi. Sementara itu, kepolisian belum dapat memastikan
    penyebab kecelakaan dan masih berupaya meminta keterangan dari
    saksi-saksi, terutama korban. (abdus syukur)

      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 3:31 pm