7,5 Miliar untuk Atasi Abrasi Pantai Utara Bali

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread 7,5 Miliar untuk Atasi Abrasi Pantai Utara Bali

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:37 pm

    DENPASAR, MINGGU Pemerintah pusat mengalokasikan
    dana sebesar Rp 7,5 miliar untuk menangani abrasi akibat kikisan ombak
    dahsyat yang melanda sepanjang pantai Kabupaten Buleleng, Bali utara.

    "Kucuran
    dana tahun 2009 itu diarahkan untuk konstruksi mengamankan pantai dari
    terjangan ombak yang semakin mengganas," kata Kepala Dinas Pekerjaan
    umum Provinsi Bali Ir Gusti Nyoman Sura Adnyana di Denpasar, Minggu
    (8/2).

    Proyek pengamanan pantai di pesisir utara Bali itu
    sepenuhnya digarap Balai Perairan Bali dan Penida Departemen Pekerjaan
    Umum. "Dana yang disediakan itu hanya mampu menjangkau pengamanan
    pantai sepanjang 500 meter, relatif kecil dibanding dengan kondisi
    pantai yang semakin kritis di lapangan," katanya.

    Sura Adnyana
    mengaku belum mengetahui secara pasti pantai mana yang akan mendapat
    prioritas dalam pengamanan pantai Bali utara. Proyek serupa tahun
    sebelumnya menjangkau pantai kawasan Air Sanih, Buleleng, dan kegiatan
    itu lebih ditingkatkan dalam tahun ini.

    Abrasi pantai terjadi
    di sejumlah lokasi di Bali, namun tidak ditangani dalam waktu yang
    bersamaan akibat keterbatasan dana. Gelombang yang melanda pantai utara
    Bali semakin mengganas dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi yang
    menimpa pantai Bungkulan itu mengakibatkan puluhan rumah di tepi pantai
    rusak parah.

    Air laut meluap ke daratan mengakibatkan ratusan
    hektar lahan pertanian terendam sehingga gagal panen. Meskipun tidak
    menimbulkan korban jiwa, ombak dahsyat tersebut menimbulkan kerugian
    material yang cukup besar.

    Menyinggung pembangunan senderan
    yang jebol di sejumlah sungai di Bali pascabanjir, Sura Adnyana
    mengatakan, sudah melakukan pengecekan ke lapangan di sejumlah senderan
    yang ambruk. Senderan yang rusak antara lain di Tukad Udang-Udang,
    Kabupaten Gianyar. Kerusakan di lokasi tersebut bisa menyebabkan
    penyangga jembatan yang menghubungkan lalu lintas Bali timur terancam
    erosi.

    Anggota Komisi III DPRD Bali, Made Dauh Wijana, dalam
    kesempatan terpisah mengusulkan, dalam memperbaiki senderan sungai
    tersebut hendaknya menggunakan beton bertulang. Hal itu penting
    mengingat pembangunan senderan sebelumnya tidak menggunakan beton
    bertulang dan tiang pancang sehingga bangunan senderan tidak kuat
    menghadapi gempuran air banjir yang besar.

    Selain itu, mutu
    proyek selama ini dinilai cukup rendah dan ke depan diharapkan instansi
    terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, betul-betul mengawasi masalah
    mutu sehingga proyek bertahan lama.

      Current date/time is Sun Dec 11, 2016 8:48 pm