Gubernur Tidak Melarang Jaipongan

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Gubernur Tidak Melarang Jaipongan

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:39 pm

    BANDUNG, MINGGU - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat,
    Dede Yusuf, membantah adanya anggapan sebagian pihak terhadap Gubernur
    Jawa Barat, Ahmad Heryawan melarangan beberapa gerakan dalam tari
    Jaipongan.

    "Saya tidak pernah melarang, begitupun dengan
    Gubernur Jabar," kata Wagub, usai menghadiri acara bazar minyak goreng
    kemasan murah "Minyak Kita" di Jalan Centeh, Kecamatanh Batununggal
    Bandung, Minggu (8/2).

    Dikatakan, Gubernur tidak pernah
    mengeluarkan larangan pembatasan gerak tari Jaipongan, malah media
    massalah yang membesar-besarkan hal tersebut. "Justru kalian (media
    massa) kan yang membuat kasus ini dibesar-besarkan," ucapnya.

    Ia
    mengatakan, ibu kandungnya pun seorang penari Jaipongan. "Kalau perlu
    saya akan menari Jaipongan," kata Wagub seraya berlalu.

    Mantan
    penyanyi rock era 80an, Bangkit Sanjaya, menyatakan, seharusnya
    Gubernur Jabar tidak mencampuri pakem dalam kesenian. "Pakem dalam
    tarian Jaipongan tidak bisa diganggu gugat, karena itu sudah warisan
    leluhur budaya," kata Bangkit Sanjaya, yang dibesarkan dalam tradisi
    Kraton Surakarta.

    Pihaknya sangat menyayangkan sikap Gubernur
    yang mengeluarkan pernyataan larangan pembatasan tarian Jaipongan.
    "Gubernur boleh saja mencampuri urusan dalam kesenian tradisional
    asalkan untuk memajukan kesenian itu sendiri," katanya.

    Dalam
    konteks kesenian, seorang penguasa tidak dibenarkan memasung
    kreatifitas para seniman dalam hal berkesenian. Menurut dia, sebuah
    persepsi yang salah jika alasan dikeluarkannya imbauan tersebut terkait
    dengan UU Pornografi. "Dalam UU Pornografi, sudah dijelaskan bahwa
    kesenian tidak termasuk pornografi," katanya.

    Ia juga
    mengatakan, supaya Gubernur tidak perlu khawatir dengan para seniman
    Jaipongan. "Nggak perlulah mencemaskan kita, kita juga tahu, mengerti
    serta menjunjung norma kesopanan kok," katanya.

      Current date/time is Wed Dec 07, 2016 12:58 am