Bersepeda Sambil Tanam Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Bersepeda Sambil Tanam Pohon di Bantaran Bengawan Solo

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:40 pm

    BOJONEGORO, MINGGU - Lebih dari 2.000 peserta bersepeda santai Jungle Fun Bike 2009
    di Bojonegoro, Minggu (8/2) menempuh jarak 20 kilometer melintasi hutan
    wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Parengan. Peserta bisa menikmati
    sumber api alam di Resor Pemangkuan Hutan Kampak Bagian Kesatuan
    Pemangkuan Hutan Pumpungan, serta sumur tua peninggalan Belanda di
    wilayah Malo.
    Uniknya selain bisa menikmati pemandangan hutan
    yang sejuk, setiap peserta yang ikut diwajibkan menanam satu pohon di
    bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Kanten Kecamatan Trucuk Kabupaten
    Bojonegoro. Peserta mulai diberangkatkan pukul 06.25 oleh Kepala Badan
    Koordinasi Wilayah Pembantu Gubernur Bojonegoro, Setiadjit dari Desa
    Tanggir Kecamatan Malo.
    Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan
    Parengan, Kristomo mengatakan sedikitnya ada 2.700 pohon yang ditanam.
    Semula penanaman pohon direncanakan dilakukan di Desa Tanggir,
    Kecamatan Malo. Namun karena dikhawatirkan membahayakan peserta karena
    usai banjir maka dialihkan ke Desa Kanten Kecamatan Trucuk.
    Peserta
    tampak antusias menanam pohon jenis asam, trembesi, kinco dan tanaman
    lain yang sudah disiapkan dengan lubang tanah masing-masing di lahan
    Perhutani RPH Kanten dekat Bengawan Solo. Salah seorang peserta Irham
    mengatakan menanam satu pohon sama saja menanam seribu kebaikan.
    Anggota
    Komisi VII, DPR RI Muhammad Najib yang ikut menyaksikan kegiatan
    penanaman pohon menyatakan sangat bangga dengan model sinergi antar
    instansi dan pendukung kegiatan ini. "Selama ini program kegiatan tanam
    pohon lebih banyak top down (digagas dari atas). Saya melihat
    di sini gagasan murni dari bawah. Model sinergi ini termasuk inisiatif
    teman-teman wartawan bisa dijadikan model percontohan untuk diterapkan
    di daerah lain," kata Najib.
    Najib akan menyampaikan rekomendasi
    hasil penanaman pohon yang dicapai di Bojonegoro ini ke Komisi IV dan
    Komisi VII DPR RI. Selain itu model dan perkembangannya akan
    disampaikan ke Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri
    Pekerjaan Umum agar ada penanganan yang sinergi antar lembaga.
    "Saya
    akan mengajak perwakilan dari tiga departemen itu untuk melihat
    langsung hasil reboisasi dan penanaman pohon yang dilakukan di sini
    dengan pelibatan berbagai organisasi. Gagasan menanam pohon di bantaran
    sungai sangat cerdas. Selain untuk penghijauan juga mencegah longsor
    serta mengurangi dampak banjir luapan Bengawan Solo. Model saling
    dukung antar lembaga inilah yang bisa diaplikasikan di darah lain,"
    kata Najib.
    Kegiatan bersepeda santai sambil menanam pohon ini
    digagas Persatuan Wartawan Bojonegoro dengan menyedian hadiah utam dua
    unit sepeda motor yang diundi. Peserta juga berkesempatan mendapatan
    hadiah kulkas, sepeda gunung kipas angin, jam dinding, dan sepeda
    gunung.
    Pada kesempatan itu Persatuan Wartawan Bojonegoro
    menyerahkan bantuan untuk tujuh korban banjir di Desa Tanggir Kecamatan
    Malo yang padinya terendam banjir.
    "Ini adalah bentuk
    kepedulian kami, wartawan juga manusia. Wartawan makhluk sosial. Ini
    menjadi bukti bahwa kami tidak hanya bisa menulis dan menyajikan
    informasi, tetapi kami juga bisa berbagi," kata Ketua Persatuan
    Wartawan Bojonegoro Reinno Pareno.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 5:17 am