Belanda Minta RI Pelopori Hubungan Islam-Barat

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Belanda Minta RI Pelopori Hubungan Islam-Barat

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:49 pm

    DEN HAAG, SABTU — Wakil Presiden Muhammad Jusuf
    Kalla mengatakan, Pemerintah Belanda meminta Indonesia berperan aktif
    dan memelopori peningkatan hubungan yang lebih baik antara
    negara-negara Islam dan negara Barat. Harapan itu disambut baik dan
    diingatkan agar negara-negara Barat juga berlaku dan bersikap adil.

    ”Perdana
    Menteri Belanda Jan Peter Balkenender meminta Indonesia bisa memainkan
    peran penting dalam menjaga hubungan antara negara-negara Islam dan
    negara Barat,” kata Wapres Jusuf Kalla seusai bertemu PM Belanda di Den
    Haag, Belanda, Sabtu (7/2).

    Jusuf Kalla diterima PM Belanda Jan
    Peter Balkenender di kediaman Cats Huis. Pertemuan tersebut berlangsung
    sekitar 45 menit. PM Belanda sebenarnya sedang menghadiri pertemuan Uni
    Eropa di London, Inggris, tetapi menyempatkan terbang kembali ke
    Belanda untuk menerima Jusuf Kalla.

    Sebelumnya, Wapres Amerika
    Serikat Joe Biden secara khusus meminta proposal kepada Indonesia
    mengenai upaya penyelesaian konflik di Palestina. Jusuf Kalla juga
    menjelaskan hal yang sama yang juga dilontarkan oleh Wakil PM Belgia.
    ”Hampir semua meminta Indonesia memainkan peran penting dalam
    perdamaian di Timur Tengah dan dalam memperbaiki hubungan negara-negara
    Islam dengan Barat,” kata Jusuf Kalla.

    Menurut Kalla, keinginan
    negara-negara Barat tersebut disambut baik, tetapi Kalla selalu
    mengingatkan agar negara-negara Barat dituntut berlaku dan bersikap
    adil. ”Saya juga meminta mereka (Barat) juga harus adil,” katanya.

    Selain
    pembicaraan soal politik, ujar Kalla, dalam pertemuan juga dibicarakan
    soal peningkatan ekonomi di antara kedua negara. Hampir semua ekspor
    minyak sawit Indonesia melalui pelabuhan Rotterdam.

    Pekan depan
    Duta Besar Indonesia untuk AS, Sudjadnan Parnohadiningrat, akan
    dipanggil ke Jakarta untuk membahas proposal perdamaian di Timur Tengah
    yang akan disampaikan kepada Pemerintah AS.

    ”Empat negara yang
    saya kunjungi, semua menaruh harapan besar kepada Indonesia agar
    berperan lebih besar lagi untuk menjembatani proses perdamaian. AS
    merasa sendirian. Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar diharapkan
    berperan lebih penting lagi,” kata Jusuf Kalla.

    Saat bertemu PM
    Belanda, dibicarakan juga keinginan perusahaan migas Belanda, Shell,
    ikut dalam pengelolaan Blok Natuna D Alpha. Wapres Jusuf Kalla
    mempersilakan Shell ikut dalam pengelolaan Blok Natuna D Alpha jika
    memenuhi syarat, baik secara teknis maupun finansial.

    Saat ini
    ada empat perusahaan migas internasional yang masuk dalam daftar
    terseleksi pengelola Blok Natuna D, yaitu ExxonMobile, Shell, CNOOC,
    dan State Oil.

    ”Memang dibicarakan oleh Perdana Menteri bahwa
    Shell memiliki keahlian. Saya bilang bagus, ok, asalkan memenuhi
    syarat,” katanya.

    Bertemu Shell


    Menurut
    Wapres, pertemuan dengan Shell akan dilakukan pada Sabtu malam dalam
    jamuan makan malam bersama beberapa menteri ekonomi Belanda.

    ”Kita
    memang ingin agar sumber energi kita tidak dikelola secara manual,
    tetapi dengan teknologi. Bukan hanya oleh Amerika agar kita memiliki
    perbandingan,” ujar Wapres.

    Ketua Badan Koordinasi Penanaman
    Modal Muhammad Luthfi menambahkan, dalam pertemuan dengan PM Belanda,
    diutarakan bahwa kalau Shell mau ikut mengelola mudah saja. Namun,
    Indonesia meminta Shell memindahkan pengolahan minyak mentahnya yang
    akan dibangun di Singapura ke wilayah Batam supaya memberikan nilai
    lebih bagi Indonesia, seperti nilai investasi yang besar dan tenaga
    kerja serta perusahaan lain yang ikut menopang.

    Terkait dengan
    kehadiran Gubernur DKI Fauzi Bowo, dibicarakan kerja sama teknis
    manajemen air. Kalla mengatakan, Indonesia bisa belajar banyak dari
    pengalaman Belanda dalam mengelola tata air. Namun, katanya, yang
    terpenting menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air serta
    budaya tak membuang sampah.

    ”Yang terpenting, masyarakat dapat memahami, mau pindah ke rumah susun dan tak buang sampah,” kata Wapres Jusuf Kalla. (Suhartono)

      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 6:53 pm