Membiarkan Usus Pasien Menganga, Dokter AS Diadili

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Membiarkan Usus Pasien Menganga, Dokter AS Diadili

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:52 pm

    BRISBANE , MINGGU Pihak
    berwenang di Australia mengatakan, seorang dokter Amerika Serikat yang
    terkait dengan kematian sedikitnya 13 pasien di Australia mulai
    disidangkan minggu ini.
    Jayant Patel, demikian nama dokter AS
    tersebut, dikenai 16 tuntutan, termasuk pembunuhan tak terencana,
    terkait dengan profesinya sebagai dokter bedah di sebuah rumah sakit
    pemerintah di timur Australia selama kurun waktu 2003-2005. Jika
    terbukti bersalah, Patel diancam hukuman penjara seumur hidup.
    Dokter
    berusia 58 tahun kelahiran India ini dituduh berulang kali gagal
    melakukan operasi dan lalai ketika bekerja di Rumah Sakit Bundaberg di
    kota Bundaberg, sebuah kota industri gula, sekitar 305 kilometer dari
    utara Brisbane, Queenslands.
    Hingga saat ini, Patel belum
    mengajukan surat pembelaan atau memberikan tanggapan mengenai tuduhan
    yang diarahkan kepadanya. Lebih dari 120 saksi dijadwalkan akan
    bersaksi pada persidangan Patel di Pengadilan Brisbane, di mana hakim
    akan memutuskan apakah jaksa penuntut umum memiliki cukup bukti untuk
    membawa kasus ini ke meja hijau. Proses persidangan diperkirakan akan
    memakan waktu setidaknya tiga pekan.
    Pemeriksaan pemerintah
    pada tahun 2005 menyimpulkan bahwa Patel setidaknya bertanggung jawab
    terhadap 13 kasus kematian akibat tingkat perawatan yang tidak memenuhi
    standar pada rumah sakit tersebut. Namun, dia belum secara formal
    dituntut atas kasus-kasus tersebut.
    Beberapa malapraktik
    tersebut, misalnya usus (intestines) seorang pasien wanita dibiarkan
    menganga akibat luka operasi. Lainnya, seorang wanita terpaksa
    menjalani operasi bedah ulang setelah mengalami masalah dengan usus
    besarnya setelah operasi hernia. Sementara itu, seorang pria akhirnya
    meregang nyawa setelah pembuluh darah besar yang menuju ke jantungnya
    dipotong pada saat menjalani operasi rutin.
    Keluhan terhadap
    kompetensi Patel terjadi sejak awal tahun 1980 ketika dia melakukan
    praktik di New York. Pada tahun 1984, dia didenda oleh departemen
    kesehatan New York dan izinnya dicabut setelah gagal memeriksa pasien
    sebelum pembedahan.
    Kemudian dia bekerja di RS Kaiser
    Permanente di portland , Oregon. Pada tahun 1998 setelah mempelajari 79
    keluhan tentang Patel, RS Kaiser membatasi praktiknya, dan melarangnya
    melakukan bedah pankreas dan hati, serta mewajibkan pasiennya meminta second opinion
    sebelum menjalani pembedahan. Tidak lama berselang, Patel meninggalkan
    RS Kaiser pada tahun 2001 setelah badan pemeriksa medis Oregon
    menyimpulkan bahwa dirinya melakukan kelalaian yang berulang.
    Lalu,
    Patel bekerja di Bundaberg pada tahun 2003, namun mengundurkan diri dua
    tahun berselang. Dokter ini pun kembali ke Amerika Serikat dengan
    tiket kelas bisnis yang ditanggung oleh departemen kesehatan Queensland
    setelah keluhan mengenai tindak-tanduknya mengemuka di parlemen negara
    bagian tersebut. Warga Portland ini kemudian diekstradisi ke Brisbane
    pada Juli 2008.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 7:23 am