RSUD Pasaman Kekurangan Dokter Spesialis

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread RSUD Pasaman Kekurangan Dokter Spesialis

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:56 pm

    PADANG, KAMIS Pemerintah Kabupaten Pasaman, Provinsi
    Sumbar, kini masih kekurangan dokter spesialis sehingga pelayanan
    kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman belum
    maksimal.

    Kendati sudah diberi honor Rp 10 juta per bulan,
    rumah dinas, dan kendaraan dinas, tetapi minat para tenaga medis untuk
    mengabdi di Pasaman masih minim. Demikian dikatakan Bupati Pasaman
    Yusuf Lubis di sela pelaksanaan MoU dengan Universitas Andalas Padang,
    Kamis.

    Bupati Yusuf Lubis dan sejumlah pejabat pada SKPD Pasaman
    melakukan MoU dengan Unand dalam rangkaian kerja sama mendorong
    percepatan pembangunan di daerah itu. Menurut dia, minimnya minat
    dokter spesialis itu terkait jarak tempuh Pasaman dari Kota Padang, ibu
    kota Provinsi Sumbar, sangat jauh serta minimnya sarana dan prasarana
    pada daerah itu.

    "Setelah dua bulan bekerja, dokter
    spesialis hengkang dari Pasaman karena mereka tidak bisa membuka
    praktik guna mengembangkan profesinya," katanya.

    Ia mengatakan,
    tenaga spesialis yang pernah bekerja di Pasaman tidak pernah tahan
    untuk bekerja pada kondisi yang mereka rasakan cukup berat itu.

    Pemkab
    Pasaman, katanya lagi, membuat program menyekolahkan PNS dokter menjadi
    tenaga spesialis melalui dana APBD Kabupaten Pasaman. "Tercatat hingga
    kini kami telah menyekolahkan 6 spesialis, dan setelah tamat mereka
    berkewajiban kembali mengabdi di Pasaman," katanya.

    Sementara
    itu, melalui MoU dengan Unand, Pemkab Pasaman juga berharap
    diprogramkannya mahasiswa Kedokteran Unand untuk magang di RSUD Pasaman.

      Current date/time is Mon Dec 05, 2016 1:21 am