Kikis Inkonsistensi, Penyakit Mental Masyarakat Zaman Ini

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Kikis Inkonsistensi, Penyakit Mental Masyarakat Zaman Ini

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:59 pm

    JAMBI, JUMAT Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin minta
    masyarakat harus mengikis sifat inkonsistensi yang sering menjadi salah
    satu penyakit mental masyarakat sehingga hasil kerja yang dicapai juga
    menjadi kurang baik.

    "Penyakit inkonsistensi itu harus kita
    hilangkan, dan mulai ditanamkan nilai-nilai baik termasuk kejujuran.
    Jika kejujuran itu sudah terbentuk dan tertanam kuat sejak dini,
    nilai-nilai itu tidak mudah hilang dengan godaan sesaat," katanya di
    Jambi, Selasa.

    Pernyataan tersebut dikemukakan Zulkifli saat
    meresmikan Kantin Kejujuran SMA Negeri 2 Kecamatan Rimbo Bujang,
    Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dan pencanangan 73 Kantin Kejujuran di
    SMA, SMK, dan SMP se-Kabupaten Tebo, Selasa, didampingi Kepala
    Kejaksaan Tinggi Jambi Daniel Tombe, Bupati Tebo Madjid Muaz.

    Lebih
    lanjut, Gubernur menjelaskan, pembentukan kantin-kantin kejujuran
    antara lain bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak
    dini, dan menjadi salah satu media untuk bersikap sportif, bertanggung
    jawab, tidak berbuat curang, dan menghindari perbuatan tidak terpuji.

    "Kejujuran
    ini juga akan membentuk sikap menghormati norma-norma atau tata nilai
    dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujarnya.

    Para
    murid atau siswa sebagai generasi penerus harus memiliki moral dan
    intelektual yang baik sebagai calon-calon pemimpin masyarakat, mereka
    harus memahami norma-norma yang ada, termasuk norma-norma hukum yang
    berlaku dan seharusnya dijalankan.

    Sementara itu, Kepala
    Kejaksaan Tinggi Jambi Daniel Tombe mengatakan, pendirian Kantin
    Kejujuran di sekolah-sekolah dapat membentuk sikap mental yang positif
    dan kepribadian yang jujur di kalangan pelajar, dan sebagai media yang
    cukup efektif dalam menumbuhkembangkan rasa tanggung jawabnya sebagai
    kader atau calon pemimpin bangsa.

    "Sifat jujur dan malu berbuat curang akan sangat membantu upaya-upaya meminimalisir perbuatan bersifat koruptif," katanya.

      Current date/time is Sat Dec 03, 2016 5:18 am