Jamkesmas Tak Sentuh Warga Miskin Batam

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    hot tread Jamkesmas Tak Sentuh Warga Miskin Batam

    Post by  on Sun Feb 08, 2009 5:59 pm

    BATAM, JUMAT Dana Jaminan Kesehatan Masyarakat
    (Jamkesmas) yang digagas pemerintah tidak menyentuh warga miskin Batam,
    banyak warga yang mengaku tidak mendapatkan kemudahan biaya rumah sakit.

    "Berdasarkan
    data yang kami miliki, banyak pasien miskin yang tidak lagi terlayani
    Jamkesmas sehingga terlunta-lunta," kata Koordinator Lembaga Bantuan
    Kesehatan Kepulauan Riau (LBH Kepri) Sitorus di Batam, Kamis.

    Ia
    menyatakan, Pemerintah Kota Batam terlalu sibuk mengurus pembangunan
    dan ekonomi kota sehingga melupakan hak-hak warga, termasuk pelayanan
    kesehatan.

    LBH Kesehatan, dalam aksi unjuk rasa, mempertanyakan
    distribusi dana Jamkesmas karena pelayanan pemerintah itu tidak
    dirasakan masyarakat miskin Batam.

    "Ke mana dana Jamkesmas itu... kenapa kami, masyarakat miskin ini, sulit mendapatkan Jamkesmas," kata Sitorus.

    Di
    tempat yang sama, warga Batam, Efendi, mengatakan sempat terkendala
    ketika mengantarkan anaknya berobat karena tidak mendapatkan Jamkesmas
    sehingga buah hatinya meninggal.

    Ia mengatakan telah mengurus
    semua persyaratan Jamkesmas di Dinas Kesehatan Kota Batam untuk
    mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) sekitar akhir
    tahun 2008. Namun, ia tetap tidak mendapatkan dana Jamkesmas.

    "Saya
    minta Jamkesmas itu demi anak saya yang saat itu sedang dirawat di
    RSOB. Tapi kata orang Dinkes, Jamkesmas untuk tahun 2008 sudah habis,
    harus menunggu program tahun 2009. Akibatnya apa? Anak saya meninggal
    karena saya tidak sanggup membiayai operasinya," kata Efendi.

    Ia
    menceritakan, sebelum dirawat, pihak RSOB meminta uang muka sebesar Rp
    2 juta. Namun, karena tidak mampu, pihak RSOB menyarankan mengurus
    Jamkesmas.

    "Padahal, saya sudah urus surat keterangan miskin.
    Sampai dua kali ke Dinkes, Jamkesmas saya tidak juga keluar. Tanggal 28
    Januari kemarin, anak saya meninggal karena penyakit usus berlipat,"
    katanya.

    Bersama warga miskin kota lain, ia meminta pemerintah kota transparan tentang penyaluran dana Jamkesmas.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 12:39 am