Gunung Dempo Longsor

    Share


    Registration date : 1970-01-01

    new Gunung Dempo Longsor

    Post by  on Thu Sep 23, 2010 11:45 am


    PAGARALAM, KOMPAS.com Lereng Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, di ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut mengalami longsor puluhan meter.

    Kamis (23/9/2010) di sekitar lokasi longsor di Kampung IV Tangsi III Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, tersebut sudah banyak hutan gundul dan terjadi perambahan sehingga mengakibatkan daerah tersebut rawan bencana alam.

    Kemudian, di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sekitar lereng gunung itu sudah mengalami pengikisan akibat sering terjadi banjir bandang yang menghanyutkan puluhan kayu gondongan dan merobohkan pohon kayu berukuran besar. Akibatnya, sebagian besar ladang, kebun, dan sawah warga setempat di sepanjang aliran sungai rusak dan mengalami gagal panen.

    "Memang hutan di perbatasan antara kebun teh dan hutan Lindung Gunung Dempo banyak mengalami kerusakan yang menjadi penyebab terjadi longsor dan sering banjir bandang. Kita tidak bisa memastikan berapa meter luas dan tinggi daerah yang terjadi longsor," kata Lurah Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, Haryono, di Pagaralam.

    Dia mengatakan, kondisi longsor hanya bisa dilihat dari jarak cukup jauh, yaitu sekitar 10 kilometer. Selain itu, berada di sekitar hutan lindung cukup lebat dan medan juga sulit dijangkau.

    "Hampir sebagian besar DAS sepanjang kawasan kebun teh rusak dan terkikis air akibat banjir badang, apalagi di hulu alur sungai sudah ada satu titik longsor. Kalau dilihat dari luar memang tidak tampak jika ada hutan gundul, tapi kalau sudah masuk dalam hutan akan terlihat dengan jelas," ungkap dia.

    Ia melanjutkan, sudah puluhan tahun tinggal di daerah Gunung Dempo baru saat ini mengalami kejadian banjir bandang dan longsor.

    "Kalau banjir bandang sudah berulang kali terjadi tahun 2001 lalu di Dusun Kerinjing Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, dengan 21 korban jiwa. Penyebabnya karena hutan di hulu sungai gundul dan pencurian hutan kayu jati sehingga saat musim hujan, banjir terjadi. Hal ini terjadi karena saat hujan deras tidak ada lagi pohon kayu yang dapat menahan laju air," ungkap dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam Hasan Barin Ibnu mengatakan, berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan dari luas wilayah Kota Pagaralam mencapai 63.366 hektar sudah sekitar 15 persen hutan mengalami kerusakan termasuk di sekitar Gunung Dempo, ada juga yang menjadi wilayah permukiman dan hampir 30 persen merupakan areal perkebunan.

    "Data bulan Desember 2009, luas daerah ini dibagi lagi dalam hutan lindung seluas sekitar 28.740 hektar, hutan budidaya sekitar 24.336 hektar, terdiri dari lokasi permukiman, persawahan, perkantoran, pasar, lahan sayuran, perkebunan, dan infrastruktur masyarakat. Sedangkan sekitar 7.000 hektar hutan lindung masih mengalami kerusakan cukup parah," kata dia.

      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 11:16 pm