Kasus Judi di Riau, Ada Persaingan di Internal Polri?

    Share

    Admin
    FB3 ADMIN
    FB3 ADMIN

    Male
    Jumlah posting : 403
    Age : 32
    Location : indonesia
    Job/hobbies : programmers
    Registration date : 2008-08-01

    hot tread Kasus Judi di Riau, Ada Persaingan di Internal Polri?

    Post by Admin on Thu Dec 04, 2008 11:49 pm

    JAKARTA, KAMIS - Kalangan DPR menilai banyak keanehan yang terjadi seputar kasus terbongkarnya keterlibatan para petinggi Polri dalam melindungi para bandar judi di Provinsi Riau. Ada aroma persaingan yang kuat maupun balas dendam yang bisa tercium dengan mencuatnya kasus itu.

    "Kalau kita cermati mencuatnya kasus ini, kita memang harus melihatnya secara hati-hati. Dalam kasus ini jelas terlihat ada aroma persaingan di internal Polri. Saya juga mencium ada aroma balas dendam dari pihak eksternal polri dengan menggunakan persaingan di tubuh polri itu sendiri," ujar anggota Komisi III DPR Azlaini Agus, Kamis (4/12).

    Dipertanyakan, mengapa hal ini baru terbongkar sekarang dan hanya menyeret orang-orang tertentu saja. Padahal judi di Riau itu sendiri sudah ada sejak tahun 2001. Kenapa tidak semua kapolda sejak merebaknya judi di Riau tidak semuanya disebut-sebut. Tudingan pada hanya satu atau dua orang petinggi polisi ini sudah sistematis dan sangat terarah.

    "Mantan Kapolda Riau Sutjiptadi itu kan bukan satu-satunya kapolda yang di daerahnya ada judi, tapi kenapa dia saja yang dibongkar kasusnya. Tidak usah jauh-jauh sampai ke Riau, orang di Jakarta saja masih banyak tempat perjudian maupun bandar judi yang masih bermain," paparnya.

    Mengenai aksi balas dendam, menurut Azlaini tidak terlepas dari kiprah Kapolda Irjen Sutjiptadi yang gencar membongkar kasus-kasus illegal logging dan penyelundupan di daerahnya. Sutjiptadi menurutnya tegas dalam memberantas illegal logging maupun penyelundupan.

    Menurutnya, langkah Kapolri yang terkesan menutupi dengan mengatakan bahwa tidak ada yang "membekingi" yang ada hanyalah pembiaran adalah langkah mundur. "Kapolri tidak bisa lagi mundur dan harus meneruskan temuan itu untuk membersihkan tubuh polri dari unsur-unsur jahat. Kita juga rencananya Rabu (10/12) akan memanggil kapolri bersama seluruh 33 kapolda, dan salah satu agendanya adalah mengenai pemberantasan perjudian," tegas Azlaini Agus. (Persda Network/JS)




      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 6:57 pm